Marcos Reina Ungkap Pendekatan Humanis kepada Pemain Persik Berbuah Manis di BRI Super League Musim Ini

Sejak awal persiapan musim 2026/2027, Marcos Reina menekankan pendekatan humanis kepada para pemain. Hal ini dilakukan terutama setelah pelatih asal Spanyol tersebut menyadari bahwa jadwal pertandingan musim ini sangat padat.

Di tengah agenda yang padat, Marcos Reina harus menjaga agar suasana hati pasukannya selalu nyaman dan bahagia, baik di dalam maupun di luar lapangan, termasuk dalam sesi latihan dan saat pertandingan berlangsung.

“Ritme hidup pemain profesional selalu berada di bawah tekanan setiap saat, baik tekanan internal maupun eksternal. Itulah sebabnya saya harus memiliki pendekatan humanis dan memperlakukan pemain seperti manusia lainnya. Apalagi saat menghadapi jadwal padat, situasi hati mereka harus selalu bahagia,” katanya, Jumat (23/10/2026).

Bentuk tekanan internal adalah persaingan antarpemain dalam memperebutkan posisi utama dalam tim. Sementara itu, tekanan eksternal terjadi di lapangan saat pemain Macan Putih harus menghadapi pemain lawan.

Oleh karena itu, pria berusia 42 tahun tersebut membebaskan Kiko Carneiro dkk. untuk bercanda dan tertawa dalam sesi latihan. Namun, saat memasuki menu latihan taktik, mereka harus tetap serius.

“Saya harus memiliki improvisasi dan variasi latihan agar pemain tetap enjoy, meskipun sebenarnya latihan itu cukup berat. Saya tidak ingin mereka merasa tegang. Jadwal padat dapat membuat beban fisik dan psikis pemain menjadi berat. Saya biarkan mereka bercanda karena itu juga cara pemain membangun chemistry,” jelasnya.

Simak update terkini klasemen BRI Super League 2026/2027.

Dengan pendekatan humanis tersebut, Marcos Reina menyatakan bahwa keharmonisan skuat Persik semakin solid. Efeknya terlihat luar biasa bagi permainan tim dalam enam laga awal musim ini.

“Anda bisa melihat bagaimana setiap pemain saling bahu-membahu di pertandingan. Karena hati sudah menyatu, permainan kami tampak kompak dan dinamis. Mereka saling tahu apa keinginan temannya,” ucapnya.

Marcos Reina juga menyebut kemenangan 2-1 atas PSS sebagai bukti dari pendekatan humanis tersebut. “Saya akui tekanan pemain PSS sangat masif. Mereka bermain tidak seperti tim tamu, tetapi kami bersyukur pemain bisa mengatasinya dengan baik,” ujarnya.

Atmosfer positif tersebut membuat suasana ruang ganti menjadi kondusif. “Seorang pelatih harus bisa mengendalikan ruang ganti. Itu adalah ruang privasi yang harus dijaga. Suasana yang kondusif akan berdampak pada permainan di lapangan,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *