Regional Yogyakarta 2026 menjadi panggung pembuktian kualitas bagi tim putra dan putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam laga final yang digelar di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), pada Selasa (27/10/2026), tim putri UNY berhasil menang 1-0 atas tim putri Universitas Negeri Semarang (UNNES). Sementara itu, tim putra UNY menang telak 6-0 atas tim putra UNNES.
CEO Campus League, Ryan Gozali, mengaku terkesan dengan permainan tim UNY dan UNNES di laga final tersebut. Ia mengapresiasi tim-tim dari Yogyakarta dan sekitarnya yang telah bermain sportif selama turnamen futsal ini berlangsung.
“Salah satunya, dalam pertandingan olahraga, kehilangan konsentrasi atau momen sebentar saja berpotensi membuat sebuah tim kehilangan seluruh gim. Ini kompetisi di level tinggi, setiap detik adalah peluang dan jangan disia-siakan,” ungkap Ryan.
Sebagai tuan rumah, Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., menyambut hangat kehadiran Campus League 2026. Menurutnya, pendidikan tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademis, tetapi juga kebugaran fisik.
Turnamen olahraga menjadi sangat penting, dan kini Campus League menjadi motor penggerak budaya olahraga di lingkungan kampus. “Kami di UII menekankan bahwa mahasiswa sehat itu penting. Di luar negeri, banyak atlet profesional lahir dari kampus. Tugas kita adalah bagaimana mengembangkannya hingga akhirnya atlet-atlet besar muncul dari kampus tanah air,” ujar Hari.
Pada partai pamungkas, tim putri UNY menghadapi perlawanan sengit dari UNNES. Berkali-kali UNY memberikan tekanan, namun para srikandi UNNES mampu bertahan dan melakukan serangan balik. Pergerakan bola pun tidak hanya berkutat di salah satu zona saja, meski ritme permainan cepat ala UNY tetap merepotkan lawan.
Pada menit keenam, pivot UNY bernomor punggung 16, Khansa Naila Syakira, berhasil melepaskan tembakan ke gawang rival yang gagal dihalau oleh kiper. Sejak gol tersebut tercipta, pertahanan UNNES pun semakin menebal.
Memasuki babak kedua, kiper UNY, Anisa Kamaliya Ihsana, berkali-kali dengan cermat membendung bola. Para penyerang UNNES terus mencoba menyamakan kedudukan dengan berbagai cara, namun hingga babak kedua berakhir, upaya tersebut menemui jalan buntu. UNY pun naik ke podium tertinggi dengan kemenangan tipis 1-0.
Bagi pelatih tim putri UNY, Ghanda Farrell Ibrahim, kemenangan ini terasa istimewa mengingat timnya hanya memiliki satu pemain profesional, yakni Khansa Naila Syakira. Meski begitu, UNY enggan larut dalam euforia kemenangan.
Ada dua hal yang akan diperbaiki setelah gelar juara Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 diraih. “Pertama, kemampuan fisik penting ditingkatkan lagi dengan menyeimbangkan kegiatan para pemain ketika kuliah. Kedua, efektivitas gol. Kadang kami menang tipis, kadang skornya banyak,” ujar Ghanda.
“Ketika di semifinal dan final regional, kami masih hemat gol. PR besar kami adalah meningkatkan rasa percaya diri tim putri saat beraksi di arena,” lanjutnya.
Naila, yang menjadi pencetak gol penentu kemenangan UNY, mensyukuri kemenangan tersebut sembari menatap fase The Nationals. Baginya, Campus League Futsal merupakan angin segar bagi mereka yang memiliki minat besar di dunia olahraga.
“Saat mendengar kabar penyelenggaraan Campus League 2026, saya senang sekali akhirnya ada kompetisi dari regional sampai nasional untuk futsal putri di level universitas,” ujar Naila. “Harapannya ke depan, Campus League terus berjalan dari musim pertama hingga musim-musim berikutnya,” lanjut Naila, yang telah mengawali karier profesional sejak tahun 2022.
Sementara itu, dalam laga perebutan tempat ketiga Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026, tim putri Universitas Semarang (USM) mengalahkan Universitas Sebelas Maret (UMS) Solo dengan skor 2-0. Dua gol USM dipersembahkan oleh Anis Purwanti pada menit keempat dan Valentina Wahyu Febrina enam menit berselang.
Di sisi lain, tim putra UNY menjamu UNNES dalam duel yang sengit. Pada 14 menit pertama, UNNES berkali-kali mencoba mencuri bola melalui sundulan sejumlah pemain di lini depan.
Celah gol akhirnya terbuka pada menit ke-15 saat bola menggelinding ke zona gawang UNNES, disusul tendangan presisi dari kapten tim UNY, Tegar Abdinugraha. Kejutan datang empat menit setelahnya saat penyerang UNY lainnya, Ervaldo Bagus, merobek jala gawang UNNES.
Unggul 2-0 tidak membuat UNY mengendurkan tempo. Sebaliknya, terjadi pesta gol pada babak kedua. Tegar kembali mencetak gol jitu hanya dua menit setelah babak kedua dimulai, yang kemudian disusul oleh gol dari Ramadhanesa Al Daffa Arya Fandriansyah serta Ibra Azhiim Syahputra.
Pada menit-menit akhir, UNNES menerapkan taktik menyerang dengan melibatkan kiper. Siasat ini justru menciptakan celah yang dimanfaatkan pemain sayap UNY, Nur Romadhon, untuk mencetak gol terakhir. UNY pun keluar sebagai juara setelah unggul dengan skor 6-0.
Setelah mengamankan gelar juara, pelatih tim putra UNY, Hajarul Susanto Walid Djaba, membeberkan alasan timnya tetap menjaga intensitas meski telah unggul 2-0 di babak pertama. Menurutnya, tim lawan memiliki motivasi yang sangat tinggi.
“Kalau dicermati, rata-rata rival bisa memancing pemain UNY. Saya menekankan kepada tim agar mengontrol dua hal, yaitu emosi dan permainan. Selain itu, saya ingatkan bahwa dalam pertandingan futsal hanya ada 2 x 20 menit,” ujarnya.
“Selama belum ada peluit akhir, artinya pertandingan belum selesai. Walaupun sudah unggul 2-0 atau 6-0 sekalipun, itu belum tentu kita menang meski sisa waktu tinggal semenit,” lanjutnya.
Kemenangan tim putra UNY terasa semakin lengkap setelah Tegar meraih gelar Top Scorer dengan koleksi 8 gol sepanjang turnamen. Terkait prestasi ini, ia berbagi kesan. “Saya senang, akhirnya tim UNY bisa menang di Regional Yogyakarta. Terkait gelar Top Scorer, sebenarnya ini bukan karena kerja saya sendiri, melainkan kolaborasi dengan teman-teman satu tim,” ucap Tegar.
Ia pun berharap dapat bertemu dengan UIN Bandung di fase The Nationals. Tegar secara terang-terangan menyatakan sangat menantikan pertemuan tersebut, mengingat tahun lalu UIN Bandung berhasil mengalahkan UNY. Ia berharap pertemuan di The Nationals nanti menjadi ajang revans dengan tetap mengedepankan sportivitas.
“Sangat berharap di The Nationals nanti bisa bertemu tim UIN Bandung yang mengalahkan kami di partai final tahun lalu. Kami ingin membuktikan kualitas kami di tahun ini,” akunya.
Sementara itu, dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, tim putra Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) mengalahkan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran dengan skor 4-1. UPN sempat menggetarkan gawang lawan pada menit ke-12 melalui sepakan Fadel Muhamad.
Namun, *anchor* UIN Suka, M. Farhanudin Khaetami, menjadi *game changer* setelah mencetak gol pada menit ke-29 dan 30. Kemudian, Ahmadez Mikaila menambah pundi-pundi gol pada menit ke-34. Semenit sebelum wasit meniup peluit panjang, Farhanudin mengukuhkan kemenangan tim UIN Suka dengan satu gol tambahan.
Setelah melawat ke Yogyakarta, Campus League Futsal akan menyapa Bandung, Jawa Barat, mulai 30 Oktober hingga 6 November 2026, dan berlanjut ke Jabodetabek pada 10-17 November 2026. Fase The Nationals sendiri akan berlangsung di Yogyakarta dari 25 November sampai 2 Desember 2026.
Terkait pelaksanaan The Nationals di Yogyakarta, Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menerangkan bahwa UNY yang kini menempati peringkat kedua nasional mendapatkan privilese sebagai tuan rumah, yakni jatah tiga slot untuk tim putra. Sementara itu, Jabodetabek mendapatkan tiga slot untuk tim putri.
“Karena juara tahun lalu adalah UNJ (Universitas Negeri Jakarta), maka kami berikan tiga slot untuk Jakarta,” ujar Dave. Ia kemudian memaparkan rinciannya: Surabaya diwakili dua tim putra dan dua tim putri; Yogyakarta dengan tiga tim putra dan tiga tim putri; Bandung dengan tiga tim putra dan dua tim putri; serta Jabodetabek dengan tiga tim putri dan dua tim putra.
Dave juga menggarisbawahi bahwa Campus League berkontribusi besar dalam menggerakkan regenerasi atlet futsal Indonesia di masa depan. Tidak sedikit alumni Campus League yang lolos seleksi dan berhasil masuk ke Timnas futsal Indonesia.
“Kami di Campus League bekerja sama dengan pelatih timnas futsal putra, Hector Souto, dan timnas putri, Luis Estrela. Peraturan yang kami buat adalah atas arahan mereka. Pada 2025, sekitar 85 persen pemain futsal wanita berasal dari Campus League,” pungkasnya.
