BRI Super League: Musim Joao Ferrari Berakhir Dini, Bali United Langsung Cari Pemain Baru

Bali United tengah berupaya mencari tambahan satu pemain asing. Langkah ini diambil setelah dipastikan bahwa Joao Ferrari harus mengakhiri musim 2026/2027 lebih awal akibat cedera.

Joao Ferrari mengalami cedera lutut kanan saat mengikuti sesi latihan Bali United. Saat menghadapi PSS Sleman pekan lalu, ia bahkan terlihat harus menggunakan kruk untuk berjalan di Stadion Dipta. Situasi ini memaksa Bali United mengambil keputusan tegas; Joao Ferrari dipastikan tidak masuk dalam skuad untuk kompetisi BRI Super League 2026/2027.

Kepastian tersebut terungkap setelah nama Joao Ferrari tidak tercantum dalam daftar skuad Bali United di situs resmi I.League. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, juga mempertegas situasi tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada Jumat (11/9/2026).

Johnny Jansen mengungkapkan bahwa pihaknya masih mencari opsi lain sebagai pengganti bek berdarah Brasil-Italia tersebut. “Ya, kami sedang mencoba mencari pemain untuk posisinya,” terang Johnny Jansen, Jumat (11/9/2026).

Di sisi lain, dokter Bali United, dr. Ganda Putra Anggraini Taufik, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan MRI lebih lanjut terkait kondisi Joao Ferrari. Ia memastikan cedera yang dialami cukup parah dan memerlukan rehabilitasi serta penanganan konservatif dalam beberapa pekan ke depan.

“Joao mengalami cedera lutut pada saat latihan dan kami telah melakukan MRI dan pemeriksaan. Memang dapat dikatakan, cedera yang dialaminya terbilang parah,” kata Ganda. “Saat ini, dia dalam proses rehab dan konservatif dalam beberapa minggu ke depan untuk melihat perkembangannya. Apakah harus menjalani operasi segera atau tidak untuk saat ini,” ucapnya.

Joao bergabung dengan Bali United pada BRI Super League 2025/2026. Selama membela Serdadu Tridatu, ia telah tampil dalam 29 pertandingan dengan catatan 4 gol serta dua assist.

Setelah absennya Joao akibat cedera, Bali United kini hanya menyisakan satu bek asing, yaitu Thomas Lam. Namun, Lam juga sedang tidak membela Bali United karena masih dalam tahap pemulihan cedera.

Saat ini, opsi pertahanan hanya bertumpu pada barisan bek tengah seperti Kadek Arel, Putu Panji, Komang Dedi, serta bek berusia 29 tahun, Bagas Adi Nugroho. Ricky Fajrin dan Tim Geypens juga bisa diplot sebagai bek tengah jika diperlukan.

Namun, seandainya Bali United harus menghadapi tim dengan lini serang yang berbahaya, situasi tersebut tentu dapat menjadi titik lemah yang dieksploitasi oleh lawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *