Borneo FC dan Dewa United akan saling berhadapan di Stadion Segiri, Samarinda, pada Rabu (16/9/2026) sore WIB. Pertandingan ini sebenarnya merupakan laga pekan kelima dari rangkaian kompetisi 2026/2027.
Jadwal tersebut dimajukan untuk menyesuaikan agenda padat Pesut Etam pada bulan Oktober mendatang. Selain Persib, klub milik Nabil Husien ini akan menjadi wakil Indonesia yang berlaga di pentas ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027 dan AFC Challenge League 2026/2027 pada bulan Oktober.
Pada 7 Oktober mendatang, tim besutan Mauro Jeronimo akan bertandang ke markas klub Thailand, Buriram United. Sementara itu, pada 18-24 Oktober, Borneo FC akan menjadi tuan rumah penyisihan Grup D AFC Challenge League 2026/2027 dengan menyambut tamu dari Yangon United, Tainan City FC, dan One Taguig FC.
Imbasnya, Dewa United pun turut bersiap menyikapi padatnya jadwal Borneo FC. Empat hari setelah bentrokan ini, baik Borneo FC maupun Dewa United akan kembali turun gelanggang untuk memenuhi kewajiban partai pekan kedua musim ini.
Kendati begitu, Presiden Klub Borneo FC, Nabil Husien, memastikan bahwa tim tidak akan memilih-milih kompetisi untuk dijadikan prioritas utama. Tekad besar ini pun telah tertanam kuat di dada Juan Villa dan kawan-kawan, sehingga mereka tidak akan berkompromi saat menghadapi Dewa United nanti.
Borneo FC berambisi memperbaiki performa mereka yang kurang menggigit pada dua pertandingan sebelumnya. Dari dua laga awal, mereka baru mengemas tiga poin melalui kemenangan tipis 1-0 atas Persijap dan kekalahan 0-1 dari Persija.
Sementara itu, The Banten Warriors sudah mengoleksi empat angka dari kemenangan 1-0 atas Persik dan hasil imbang 2-2 kontra Bhayangkara FC. Hal ini menempatkan Dewa United di peringkat keenam, lebih unggul dari Borneo FC yang masih tertahan di urutan ke-10 klasemen sementara.
Optimisme jelas menggelegak dalam diri seluruh elemen tim Borneo FC. Mereka memiliki catatan bagus saat menjamu Dewa United, dengan kemenangan dalam empat musim beruntun di kandang sendiri.
Namun, pada awal musim ini, Borneo FC masih dalam proses harmonisasi permainan, terutama terkait chemistry di lini depan. “Jika melihat perombakan tim yang masif, saya amati adaptasi antarpemain di Borneo FC cukup cepat. Mereka bermain lebih bagus saat dikalahkan Persija, namun lini depannya belum kompak. Tapi saya yakin mereka akan pelan-pelan kembali ke performa terbaiknya karena beberapa musim terakhir Borneo FC selalu langganan di papan atas,” kata Gusnul Yakin.
Pengamat sepak bola senior asal Malang ini juga menilai Dewa United, yang juga melakukan restorasi skuad, memiliki performa yang lebih baik. “Kedua tim ini mengganti pelatihnya dan banyak pemain baru juga masuk. Tapi proses transisi Dewa United lebih bagus. Sektor serang mereka lebih tajam dari Borneo FC. Saya kira ini perbedaan yang cukup mencolok dari kedua tim tersebut,” tuturnya.
Borneo FC (4-3-3): Kadu Monteiro (kiper), Reva Adi Utama, Komang Teguh, Iago Mendonça, Christian Lima (B), Aditya Warman, Ikhsanul Zikrak, Juan Villa (T), Moussa Diarra, Kablan N’Goma, Rodrigo Varanda (D). Pelatih: Mauro Jeronimo (Portugal).
Dewa United: Sonny Stevens (kiper), Alta Ballah, Ady Setyawan, Go Myeong-Seok, Nick Kuipers (B), Ivar Jenner, Jean, Taisei Marukawa (T), Rafael Struick, Denilson, Egy Maulana Vikri (D). Pelatih: Osmar Loss (Brasil).
Prediksi Bola.com: 55-45.
