Dilirik Raffi Ahmad, Bos Persikab Kab. Bandung Buka Suara

Bombastikkabausirah.com – Senin (28/02/2022)

Kontestan Liga 3 Indonesia 2021-2022, yakni Persikab Kab. Bandung, dirumorkan bakal melakukan merger dengan tim promosi Liga 1 milik Raffi Ahmad, RANS Cilegon FC.

Namun kabar itu langsung dibantah oleh bos Persikab Bandung, Eddy Moelyo. Dirinya menjelaskan kalau hingga saat ini belum ada komunikasi dengan pihak RANS.

Manajemen dan para pemain kini tengah fokus agar bisa promosi ke kompetisi Liga 2 musim depan setelah sukses meraih tiket ke babak 16 besar Liga 3 Nasional.

Persikab Bandung sendiri baru saja mampu finis di posisi puncak klasemen Grup Q babak 32 besar Liga 3 dengan meraih tujuh poin dari tiga pertandingan.

“Persikab itu milik PT Persikab Bandung Bedas (PBB). Sampai detik ini saya selaku Direktur Utama belum melakukan komunikasi atau pembicaraan dengan pihak RANS,” kata bos Persikab Kab. Bandung, Eddy Moelyo.

“Kami tinggal selangkah lagi naik kasta, jadi harus tetap fokus di 16 besar Liga 3 2021 untuk mengejar tiket promosi ke Liga 2 musim depan,” cetusnya.

Mengenai opsi merger, bos Persikab Kab. Bandung juga menolaknya mentah-mentah. Dia hanya bersedia membuka pintu kerja sama dengan RANS Cilegon FC.

“Kalaupun menempuh opsi merger, kemungkinan tidak. Intinya Persikab tetap Persikab. Kalau Kerja sama ya mungkin saja. Terpenting apa pun yang terbaik buat Persikab,” pungkas Eddy Moelyo.

Seperti diketahui, Persikab Bandung mendapatkan julukan klub legendaris yang disegani dekade 1990-an lantaran pernah mentas di kasta tertinggi era Divisi Utama periode 1995-2002.

Keberadaan Persikab di kasta tertinggi dekade 1990-an menciptakan Derby Bandung melawan Persib. Kedua tim diketahui beberapa kali tergabung di grup yang sama (Divisi Utama menggunakan format wilayah).

Derby terakhir di kasta tertinggi adalah edisi 2002, ketika Persib Bandung menang telak lima gol tanpa balas melalui gelontoran gol-gol Ansyari Lubis, Sujana (2), Ruhiat, dan Yaris Riyadi pada 5 Mei 2002.

Di akhir musim, Persikab terbenam di dasar klasemen Grup Barat Liga Indonesia Bank Mandiri (LIBM) 2002, sehingga terdegradasi ke Divisi Satu sampai sekarang belum pernah kembali lagi.

○○○○

Sumber : indosport.com

Pict : 📷 istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *