Bombastikkabausirah.com – Jumat (16/07/2021)

Salah satu influencer tanah air, dr Tirta menilai Liga 1 Indonesia 2021 harusnya bisa bergulir dengan beberapa alasan. Ia membeberkan alasan yang sangat logis mengapa Liga 1 Indonesia 2021 perlu dimulai.

Bahkan ia mengaku Liga 1 Indonesia 2021 bisa menjadi hiburan yang bisa meningkatkan imun di masa pandemi Covid-19 ini. Tampaknya dokter Tirta merasa perlu bersuara terkait penundaan Liga 1 Indonesia 2021 yang berpotensi akan terus berlarut mengingat ada isu bahwa PPKM Darurat akan diperpanjang lagi.

Diketahui, Pemerintah menerapkan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat karena lonjakan pandemi Covid-19. Hal itu juga berdampak pada kompetisi Liga 1 Indonesia 2021 yang kembali mengalami penundaan dari rencana awal bergulir pada 9 Juli 2021.

Meningkatnya kasus pandemi Covid-19 di Indonesia membuat PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengambil keputusan tersebut. Bahkan rencana kompetisi digelar akhir Juli terancam batal usai pemerintah menerapkan PPKM.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berlangsung mulai 5 Juli hingga 20 Juli 2021. Penundaan kompetisi turut menyedot perhatian pemerhati medis, Dokter Tirta Mandira Hudhi.

Pria yang akrab disapa Dokter Tirta itu menilai seharusnya kompetisi Liga Indonesia tetap bisa dijalankan seperti di Eropa. Pasalnya, masyarakat membutuhkan hiburan di masa pandemi seperti ini.

“Pertimbangannya sederhana. Saat ini psikis masyarakat itu terganggu. Tidak dalam situasi yang ideal karena beragam berita tentang pandemi Covid-19 yang berlebihan. Masyarakat butuh hiburan,” ucap Dokter Tirta dikutip dari laman resmi Liga 1.

Menurut dokter Tirta, keberadaan sepak bola bisa menjadi imun bagi masyarakat Indonesia.

“Dan, hiburan itu bisa menjadi imun agar tubuh sehat. Siaran pertandingan sepak bola itu adalah hiburan,” papar Dokter Tirta.

Dokter Tirta juga memahami soal adanya ketakutan akan memunculkan kluster baru dari sepak bola jika kompetisi digulirkan.

Namun, ia mengingatkan kembali perhelatan Piala Menpora 2021 lalu yang telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, ketakutan itu pun tak terjadi.

“Memang ada sedikit masalah soal disiplin suporter usai perhelatan final Piala Menpora 2021 lalu. Tinggal fokusnya saat ini bagaimana PSSI dan LIB (PT Liga Indonesia Baru) bisa memastikan kepada publik bahwa suporter atau penonton tidak datang ke stadion atau berkerumun,” tutur dokter Tirta.

PSSI dan PT LIB hanya perlu mempertegas aturan supaya tidak terjadi kerumunan suporter seperti pascafinal Piala Menpora 2021.

“Harus ada aturan tegas. Jika tetap ada suporter yang datang, klub akan mendapatkan hukuman berat,” katanya.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, pun mendukung penuh apa yang diutarakan dr. Tirta.

Akan tetapi, Hadian tetap akan menunggu arahan dari pemerintah yang masih berupaya menekan angka Covid-19 di Indonesia.

“Kami sepakat, menonton sepak bola adalah imun. Sambil berharap angka pandemi Covid-19 turun, mari semuanya berkomitmen dengan rencana bergulirnya kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Tidak datang ke stadion, cukup dukunng dari rumah dan tidak berkerumun,” tutur Akhmad Hadian Lukita.

○○○○

Sumber : tribunbali.com

Pict : 📷 google.com