Bombastikkabausirah.com – (Selasa, 12/01/2021)

Masih ingat dengan eks pemain Semen Padang FC, Nildo Victor Juffo? Pemain berkaki kidal asal Barsil ini sempat direncanakan untuk menjadi roh permainan tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.

Namun sayang seribu kali sayang, sang pemain harus menepi akibat cidera parah. Setelah lama namanya tak terdengar akibat cedera panjang tersebut, kini ia sudah siap bermain kembali untuk klub barunya, FC Koper.

Pemain ini sempat digadang-gadang akan menjadi salah satu super star Liga Indonesia 2019. Dan ia juga sudah merasa sangat nyaman berada di Indonesia, khususnya Kota Padang, Sumatera Barat, yang memang terkenal memiliki banyak makanan lezat dan panorama alam yang sangat indah.

“Kota yang indah, masyarakat yang ramah dan tim yang penuh dengan rasa kekeluargaan. Saya akan bermain semaksimal mungkin demi meraih prestasi untuk tim ini (Semen Padang FC),” ujar Juffo saat pertama kali menginjakkan kakinya di Stadion Gor Haji Agus Salim.

“Cuaca memang agak sedikit panas, saya membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat beradaptasi. Kehadiran suporter yang cukup ramai melihat latihan kali ini seolah menjadi tambahan energi bagi saya,”sambungnya.

Namun disaat Liga 1 Indonesia 2019 akan segera bergulir, ia ditimpa musibah ketika menjalani latihan di Lapangan Mess Indarung, Padang. Ia mengalami cidera serius pada bagian lututnya. Dan tentu saja ia merasa sangat terpukul.

Tak hanya sang pemain, Semen Padang FC yang sempat menaruh harapan besar kepadanya pun demikian. Dan dengan rasa sangat terpaksa manajemen Semen Padang FC memutus kontraknya. Namun demikian tim yang bermarkas di Stadion Haji Agus Salim tersebut masih membiayai perawatan untuk sang pemain.

Sebenarnya potensi Juffo sangat menjanjikan, bagaimana tidak dua gol cantik sempat ia bukukan kala turnamen pramusim tepatnya di Piala Presiden 2019. Selain tendangan Cannon Ball yang akurat, Juffo juga memiliki passing dan dribbling yang brilian.

Publik sempat dikejutkan oleh gol jarak jauhnya yang menghujam keras ke gawang Bhayangkara FC di Piala Presiden 2019. Gol cantik tersebut membuat Semen Padang FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 meski pada akhir laga tim kebanggaan Ranah Minang itu harus menyerah 2-4.

Gol keduanya di Piala Presiden 2019 tercipta ke gawang Mitra Kukar. Gol ini juga tak kalah cantiknya dengan gol yang ia ciptakan ke gawang Bhayangkara FC. Gol kali ini ia ciptakan melalui tendangan bebas melengkung yang sangat presisi, dan juga menghujam deras menggetarkan jala gawang. Gol ini menambah keunggulan Semen Padang FC menjadi 2-0 atas Mitra Kukar.

Itulah sedikit goresan manis yang ia sematkan kepada pecinta Semen Padang FC. Rasa penyesalan akibat cideranya Nildo Victor Juffo juga sempat terlontar dari pelatih kepala Semen Padang FC, Syafrianto Rusli kala itu.

“Seandainya hal ini tak menimpanya (cidera Juffo) tentu ceritanya akan lain. Akibat ketidak hadirannya (Juffo), berdampak terhadap pemain lainnya. Karl Max Barthelemy dan Mario Barcia menjadi tidak maksimal,” ujar Syafrianto Rusli kala itu.

Kini waktu telah berlalu, dan hampir dua tahun bagi pemain asal Brasil tersebut untuk melakukan pemulihan terhadap cideranya. Dan selama itu pula Nildo Victor Juffo tidak memiliki klub.

Nah ditahun 2021 ini ia baru saja mendapatkan klub baru, yakni FC Koper, klub yang berasal dari Slovenia. Kabar gembira ini sempat ia posting melalui akun Instagramnya @nildovictorjuffo. Berikut pernyataannya di akun tersebut setelah melakukan penandatanganan kontrak dengan klub kasta ketiga di Liga Slovenia tersebut.

“Tuhan… tolong aku untuk mengatakan kebenaran dihadapan yang kuat dan tidak berbohong untuk memenangkan tepuk tangan dari yang lemah. Jika engkau memberiku keberuntungan jangan larang aku karena alasan. Jika Engkau memberiku keberuntungan, jangan larang aku dari kerendahan hati.”

“Jika Kau memberikan aku kerendahan hati jangan membuang harga diriku. Bantu aku untuk melihat sisi lain dari koin. Jangan biarkan aku menuduh orang lain melakukan pengkhianatan kepada orang lain, hanya karena tidak berpikir seperti aku. Ajari aku untuk mencintai orang lain seperti diriku sendiri.”

“Jangan biarkan aku menjadi bangga jika aku menang, cair dalam keputusasaan jika aku gagal, tapi ingatkan aku bahwa kegagalan adalah pengalaman yang mendahului kemenangan.”

“Ajari aku bahwa memaafkan adalah tanda kebesaran dan balas dendam adalah kebosanan. Jika Engkau tidak memberi saya kesuksesan, beri saya kekuatan untuk belajar dari kegagalan.”

“Jika saya menyinggung orang lain, beri saya keberanian untuk meminta maaf, dan jika orang lain menyinggung saya, beri saya kebesaran hati untuk mengampuni mereka. Tuhan, jika suatu saat aku meragukanmu, mohon doakan aku. Terimakasih untuk tantangan lainnya desafio New Home @fckoper.”

○○○○

Tim bombastikkabausirah.com

Pict : 📷 @nildovictorjuffo