Evaluasi Menatap Liga 1, Setelah Tersingkir Di Piala Indonesia

Suara minor bemunculan di kalangan suporter pecinta Semen Padang FC. Hal itu tak lain dan tak bukan akibat kekalahan dari Tira Persikabo dengan total agregat 4-1.

Semen Padang FC kalah dalam laga dua Leg tersebut. Baik saat main di Padang maupun saat di Bogor kemarin. Ketika tim urang awak yang menjadi tuan rumah, berhasil di kalahkan 1-2. Begitupun saat main di Bogor juga di kalahkan dengan skor 0-2.

Kemistri Antar Pemain

Kekompakan atau kemistri antar pemain masih menjadi sorotan utama, karena seringnya terjadi salah pengertian dan salah umpan. Akibatnya tim terlalu sering dan terlalu cepat kehilangan bola. Hal ini bisa jadi di sebabkan karena tim memang baru terbentuk. Seharusnya hal ini termasuk hal utama yang harus di perhatikan tim pelatih Semen Padang FC saat evaluasi nanti.

Transisi Menyerang ke Bertahan

Transisi saat menyerang ke bertahan masih sangat perlu di perbaiki, dua gol yang bersarang ke gawang Semen Padang FC terjadi akibat lemahnya transisi ini. Dua serangan balik dari tim lawan berbuah gol ke gawang tim Kabau Sirah. Begitu juga sebaliknya transisi saat dari bertahan ke menyerang masih terlihat lambat. Hal ini membuat ciri khas permainan Semen Padang menjadi hilang, dimana selama ini serangan balik cepat dan dan umpan satu- dua menjadi senjata ampuh bagi Semen Padang dalam membongkar pertahanan lawan.

Ada Pemain Yang Belum Layak

Salah satu isu yang beredar di kalangan suporter dan pecinta Semen Padang adalah adanya beberapa pemain yang diturunkan di nilai belum layak untuk bermain di Liga 1 nanti. Saat Leg 1, sorotan tertuju kepada Novrianto, Leo Guntara dan M. Rifqi. Mereka di nilai menjadi titik terlemah tim Kabau Sirah, apalagi mereka merupakan pemain yang menjaga lini pertahanan.

Pun demikian dengan lini penyerangan, Afriansyah dan Riski Novriansyah di nilai belum mampu membongkar pertahanan lawan.

Sedangkan pada leg 2, selain lini penyerangan dan lini tengah bahkan seorang Pulatov pun menjadi sorotan. Mudah- mudahan waktu yang masih lama tersisa dapat di manfaatkan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Apalagi tim ini belum komplit dan masih baru terbentuk.

Dibutukan Pemain Baru

Saat ini tiga pemain baru sudah di datangkan manajemen, tapi memang belum bisa di mainkan. Saat laga melawan Tira Persikabo mereka masih menjadi penonton. Satu di antaranya adalah pemain asing asal Argentina yang merupakan gelandang bertahan, yaitu Mario Alberto Barcia.

Sisanya dua pemain lokal, Dedi Hartono dan Roni Rosadi. Khusus Dedi, dia adalah top assist Liga 1 2018 dengan 13 assist. Selain itu ia adalah mantan pemain binaan Semen Padang peride 2006 sampai 2013.

Selain itu, saat ini tim manajemen masih dalam perburuan seorang striker asing asal Benua Eropa. Komunikasi sudah terjalin beberapa hari ini namun negosiasi memang masih berjalam alot, baik dengan pemain itu sendiri maupun dengan klubnya sekarang. Hal itu pernah di sampaikan Win Bernardino manajer Semen Padang ke awak media beberapa waktu lalu.

Manfaatkan Waktu Yang Tersisa

Dengan masih adanya waktu yang tersisa cukup lama menjelang di mulainya Liga 1 2019, harus dimanfaatkan betul tim pelatih untuk memperbaiki segala lini. Melengkapi pemain di posisi yang di butuhkan, memanfaatkan potensi pemain yang ada. Hingga tim betul- betul komplit dan bisa bersaing dengan tim lainnya di Liga 1 nanti. Apalagi manajemen menargetkan finis di posisi lima besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *