Ya, satu-satunya Stadion di kota Padang yang menjadi kebanggan Ranah Minang tampak tak terawat. Seolah-olah terabaikan.

” Dari saya kecil kelas dua SD, sampai sekarang umur saya sudah 37 Tahun GOR ini tak pernah berubah. Begini saja bentuknya sejak diresmikan”. Ujar Andit pedagang keliling di sekitar GOR H. Agus Salim.

” Kalau ada kegitan di GOR ini lumayan lah ada perbaikan sedikit- sedikit. Kalau tidak sudah seperti kandang kambing saja”. Kata Bu Ani pengunjung di Stadion.

Begitulah kira- kira tanggapan masyrarakat umum tentang keadaan stadion H. Agus Salim saat ini.

Tapi akhir tahun kemaren, pihak manajemen Semen Padang FC pernah mendatangkan konsultan spesialis lapangan sepakbola untuk menghitung rencana anggaran biaya untuk renovasi lapangan saja. Tapi sampai sekarang sudah tidak diketahui perkembangannya.

Manajer Semen Padang FC pun menuturkan bahwa setelah Piala Indonesia nanti, ia akan mengajak Pemkot ( selaku pengelola kawasan GOR H. Agus Salim) untuk membicarakan masalah ini. Sambil menunggu pengecekan oleh PT. LIB selaku operator Liga Indonesia.

Kita harapkan hasil pembicaraan antara pihak Semen Padang FC dan Pemkot nanti bisa menghadirkan perbaikan untuk stadion kebanggaan Ranah Minang ini. Semoga bisa memenuhi standar dan persyaratan kompetisi agar tim kebanggaan kita Kabau Sirah tetap bisa memakai Stadion H. Agus Salim sebagai markasnya dalam mengarungi Liga 1 2019 nanti.