Bombastik Kabau Sirah – Indra Syafri (58), pelatih asal Sumatera Barat yang dikenal sebagai seorang yang low profile, bagaimana tidak, mencari pemain sejak 2011 tanpa digaji sepersen pun selama 1 tahun 7 bulan. Ia jalani untuk membentuk tim yang solid.

Mencari pemain muda berbakat dan berkualitas kepelosok negeri dengan menggunakan biaya sendiri, Itu semua dia lakukan demi Indonesia, demi sepakbola Indonesia, demi Indonesia menuju ke piala dunia.

Lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat 2 Februari 1963, coach Indra begitu ia disapa tidak terlalu menonjol ketika masih berkarir menjadi pemain. Tercatat dari level yunior hingga senior ia hanya memperkuat PSP Padang.

Namanya mulai mencuat semenjak ditunjuk menangani Timnas Yunior U19. Tim yang ia bentuk sendiri dengan melakukan seleksi ke kampung-kampung berhasil mencuri perhatian, karena bermain dengan gaya tiki-taka dan umpan-umpan pendek dengan determinasi yang tinggi.

Prestasi perdana yang ia persembahkan untuk Indonesia adalah, Piala AFF U19 tahun 2013 di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Kala itu Timnas Indonesia U19 yang dilatihnya sukses menekuk Vietnam 7-6 melalui drama adu penalti. Setelah Evan Dimas CS bermain imbang 0-0 sampai berakhirnya perpanjangan waktu. Gelar juara ini merupakan gelar pertama Indonesia sejak 22 tahun terakhir dimana Indonesia tak pernah meraih satupun gelar juara, baik di level Asia Tenggara maupun di level yang lebih tinggi.

Setahun berikutnya, Timnas Indonesia U19 dibawanya lolos ke putaran final Piala Asia U19 yang waktu itu digelar di Myanmar. Kepastian kelolosan ini di dapatkan setelah mengalahkan juara Asia 12 kali, Korea Selatan 3-2 melalui hattrick Evan Dimas Darmono. Kemenangan sekaligus kelolosan ini semakin mendekatkan Indonesia ke pintu Piala Dunia yang akan diselenggarakan di Selandia Baru.

Namun apa dikata, Timnas Indonsia U19 asuhan Indra Syafri babak belur di putaran final Piala Asia di Myanmar, tanpa sekalipun memperoleh kemenangan. Itu artinya mimpi ratusan juta rakyat Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia harus di kubur dalam-dalam. Kegagalan ini pun berujung pemecatan Indra Syafri dari PSSI. Namun keputusan PSSI memecatnya mendapat kecaman keras dari pecinta sepakbola Tanah Air.

Selasa (26/2/2019) Malam, merupakan hari yang bersejarah bagi coach Indra Syafri, anak asuhannya Timnas Indonesia U22 kembali dibawanya menjadi juara Piala AFF U22 setelah membungkam sang raksasa Asia Tenggara sekaligus sang juara bertahan Thailand 2-1. Ini merupakan gelar kedua yang ia persembahkan untuk bangsa ini.

Haru kebahagian bercampur tangis terpancar dari wajah coach Indra ditengah-tengah perayaan kemenangan Marinus Wanewar CS. Pesannya jangan terlalu beruforia, karena target kita sebenarnya adalah kejuaraan Piala Asia U22 yang sekaligus akan membuka pintu ke Olimpiade 2020. Kemudian medali emas SEA Games yang sudah sangat lama didambakan bangsa yang besar ini.

“Tentu saja ini kita sudah bisa berdiri dikaki sendiri. Kita bediri di kaki kita sendiri bisa, asal kita mau,” ujarnya.

Yess! Indonesia Juara! Semoga kedepannya coach Indra Syafri bisa membawa pasukan Garuda Muda terbang lebih tinggi lagi.