Bombastikkabausirah.com – Selasa (27/04/2021)

Sangat disayangkan, sepercik noda justru terjadi pasca pergelaran Piala Menpora 2021. Sepertinya persepakbolaan di Indonesia belum benar-benar bijak. Setelah berbagai macam himbauan dilakukan, agar semua menjaga Piala Menpora 2021 berjalan lancar dan aman sesuai dengan Protokol Kesehatan (Prokes).

Sebab dinyatakan dari awal bahwasanya, pergelaran Piala Menpora 2021 adalah salah satu bentuk percontohan kompetisi yang dilaksanakan ditengah pandemi COVID-19 yang masih mewabah di Tanah Air. Dimana Prokes dijalankan dengan sangat ketat, sehingga akan berefek terhadap kemudahan bagi PSSI maupun operator liga, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mendapatkan perizinan untuk menggelar kompetisi yang sebenarnya yaitu Liga 1 dan Liga 2.

Tapi apa yang terjadi, segelintir oknum merubah episode gelaran Piala Menpora 2021 menjadi hal yang sangat memalukan. Dimana kejadian ini melibatkan oknum kedua klub yang berlaga dipartai puncak yaitu Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Dua kejadian kontras terjadi pasca laga final yang dimenangkan oleh Persija Jakarta dengan total agregat 4-1 atas Persib Bandung.

Di Bandung, kantor Persib Bandung diserang dan dirusak massa. Aksi tak terpuji tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (25/4). Penyerangan ini diduga kuat dilakukan oknum Bobotoh imbas dari Maung Bandung, julukan Persib yang gagal merengkuh gelar juara Piala Menpora 2021.

Dilansir dari berita yahoo.com, petugas keamanan di Kantor Persib Bandung menjelaskan kronologi kejadian saat penyerangan malam itu. Dia mengatakan, massa yang menggunakan sepeda motor datang dari dua arah yakni dari jalan Tamansari (Balubur) dan jalan Dago.

“Massa datang dari arah sana (Balubur) dan dari arah sini (Dago) sedikit demi sedikit. Lalu berkumpul disini (Bahu Jalan Graha Persib), mereka juga menyalakan flare. Pertama datang sekitar 30 motor dari kedua arah. Kedua sekitar 50 sampai ratusan-lah juga dari kedua arah yang sama,” ujar petugas keamanan tersebut.

Petugas keamanan itu juga menuturkan, saat massa berkumpul dan berada dilokasi kejadian mereka langsung melemparlan flare dan botol air mineral kedalam kafe Persib Bandung. Bukan cuma itu, aksi tak terpuji oknum suporter ini juga dirasakan langsung oleh penjaga gawang Persib Bandung, Muhammad Aqil Savik .

Lewat unggahan instastory-nya, Aqil membagikan gambar sebuah foto mobil sedan. Dalam unggahan tersebut, mobil itu tampak mengalami kerusakan. Seluruh body mobil nyaris dipenuhi coretan-coretan. Aqil menyadari, hasil kekalahan di final membuat suporter kecewa, numun aksi anarkis sangat tidak dibenarkan.

“Tolong dong jangan kayak gini! Jadi suporter harusnya dewasa! Ini mobil keluarga saya sendiri. Saya tahu kecewa, tapi tidak dengan cara yang begini dan tidak harus begini. Tidak ada tim yang mau kalah, semua tim pasti ingin menang. Jujur saya kecewa, jangan mencoreng nama baik,” tulis Aqil dalam unggahannya tersebut.

Lain di Bandung lain pula di Jakarta, jika di Bandung sangat mencekam, di Jakarta oknum suporter justru larut dalam pesta yang dilarang. Para oknum suporter Persija melakukan konvoi disekitaran bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin (26/4) dini hari WIB.

Aksi ini pun langsung dibubarkan Polda Metro Jaya dan bahkan petugas berhasil mengamankan sejumlah oknum suporter. Aksi pembubaran itu turut diunggah akun Instagram TMC Polda Metro Jaya.

Dalam video yang diunggah tersebut, tampak sejumlah oknum suporter menggunakan atribut dan warna khas yang identik dengan Persija Jakarta. Terlihat juga bendera besar dengan lambang Persija tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu yang dibawa oleh massa menggunakan sepeda motor.

“Polri bubarkan kerumunan anak-anak tanggung yang berkumpul di Bundaran HI, Jl MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (26/4) sekitar pukul 00.30 WIB,” tulis akun TMC Polda Metro Jaya.

Menanggapi kejadian ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali mengaku, kejadian ini benar-benar diluar dugaannya (baik di Bandung, maupun di Jakarta). Karena berbagai upaya telah dilakukan untuk meredam aksi-aksi yang melibatkan suporter. Mulai dari membuat video-video himbauan hingga komunikasi dengan koodinator suporter agar tidak melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerumunan.

“Ternyata yang terjadi adalah diluar dari apa yang kami harapkan. Sikap yang sangat fanatis dan menurut kami berlebihan. Selanjutnya, untuk kejadian ini tentu ada bagiannya. Pihak kepolisian yang akan melakukan penelitian terhadap apa yang terjadi diluar sana. Tentu kami tak bisa menjangakau ke area itu, karena yang kami lakukan selama 35 hari ini menjaga supaya turnamen ini lancar dan aman,” ujar Menpora dalam jumpa pers dengan awak media melalui Zoom, Senin (26/4).

“Sekali lagi ini memprihatinkan kita. Kita minta kepada Kepolisian mencari apa penyebabnya dan yang punya kewenangan adalah teman-teman Kepolisian, karena walaupun sudah bekerja luar biasa, namun kejadian ini masih juga terjadi,” Zainuddin Amali menegaskan.

Yang menjadi tanda tanya besar kita semua adalah, apakah ada oknum yang tidak menginginkan kompetisi di Indonesia berjalan? Atau apakah setelah kejadian ini pihak PSSI atau PT LIB masih mendapatkan lampu hijau untuk menggelar kompetisi yang sebenarnya?

○○○○

Tim bombastikkabausirah.com

Pict : 📷 dari berbagai media