Bombastikkabausirah.com – Mantan PLT Ketua Umum PSSI, Joko Driyono akhirnya resmi ditahan Satgas Antimafia Bola Polri akibat merusak barang bukti.

Kepastian itu telah disampaikan oleh kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/3).

“Setelah dilakukan gelar perkara, Satgas Antimafia Bola telah melakukan penahanan terhadap JD untuk proses penyidikan selanjutnya,” ujar Hendro.

Joko Driyono diduga melakukan pengrusakan barang bukti terkait dengan pengaturan skor pertandingan Liga 3 antara Persibara Banjarnegara melawan PS. Pasuruan.

Menurut Hendro, Joko Driyono ditenggarai memerintahkan tiga orang yakni, MM, MA dan AG untuk memusnahkan, memindahkan dan merusak barang bukti terkait pengaturan skor antara Persibara Banjarnegara melawan PS Pasuruan.

Aksi itu diduga dilakukan Joko Driyono untuk menghambat langkah Satgas Antimafia Bola membongkar kasus pengaturan skor.

“Untuk mengaburkan, sehingga barang bukti yang kami butuhkan tidak ada. Sehingga kami tak bisa lagi menggali pengaturan skor lain,” Ujar Hendro.

Hendro menambahkan Joko Driyono ditahan dengan pasal 363, 235, 233, 221 Juncto 55 KUHP. Aturan tersebut menjerat perbuatan pencurian, perusakan, penghancuran barang bukti, tindak pidana Juncto memerintah atau menyuruh melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Kendati demikian, Hendro menegaskan bahwa penahana Joko Driyono ini tetap berkaitan dengan dugaan pengaturan skor.

“Meskipun penahanan pasal perusakan, ada keterkaitan dengan match fixing (pengaturan skor) sepakbola di Banjarnegara,” kata Hendro.

Sebelumnya Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor sejak pertengahan Februari lalu.

Penetapan ini diawali dengan laporan LP No 6990 tanggal 16 Desember 2018 oleh mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indrayani.

Dalam kasus match fixing ini, Polisi sudah menetapkan 11 orang tersangka, mulai pihak wasit hingga anggota Komisi Disiplin PSSI.

Sumber: kompas.com