Bombastikkabausirah.com – Sabtu (10/07/2021)

Boaz Solossa akhirnya buka-bukaan terkait tindakan indisipliner yang berujung pemecatan dirinya dan Yustinus Pae dari Persipura. Boas Solossa mengakui bahwa dirinya benar-benar melakukan tindakan yang seharusnya dilarang saat tim melakoni agenda uji coba di Pulau Jawa.

Selama tim Mutiara Hitam menjalani uji coba pada periode Juni lalu, seluruh anggota telah berkomitmen untuk tidak melanggar peraturan yang telah disepakati. Sayang, sejumlah pemain diketahui justru tidak mengindahkan kesepakatan tersebut.

Tiga pemain muda dijelaskan pelatih Jacksen F. Tiago sebelumnya menjadi yang pertama melanggar kesepakatan. Hal ini berujung didepaknya salah satu dari ketiga pemain muda tersebut.

Tak berselang lama, kesepakatan itu kembali dilanggar oleh dua pemain senior Persipura, yakni Boaz Solossa dan Yustinus Pae. Dalam pernyataanya, Boaz mengakui bahwa dirinya bersama Yustinus pae sempat minum-minum jelang dua hari pertandingan uji coba melawan Persita Tangerang, Minggu (13/6) lalu.

Sebelum melakukan uji coba melawan Persita Tangerang, dua hari sebelumnya, Jumat, saya dan Tinus (Pae) melakukan tindakan indisipliner, yaitu kami minum,” kata Boaz Solossa dilansir BolaSport.com dari akun YouTube KFFSport.

Keduanya merasa bersalah karena melakukan tindakan indisipliner kemudian berkata sebenarnya kepada Jacksen F. Tiago jelang pertandingan dimulai. Meski begitu, Boaz dan Tinus menyatakan siap bertanggung jawab apabila tetap dimainkan.

“Saat itu kita masuk dalam lineup untuk bermain, tapi saya dan Tipa inisiatif harus menyampaikan sebenarnya, sehingga ia panggil coach (Jacksen) keluar dan ia sampaikan bahwa kami minum. Namun itu semua keputusan ke coach. Kami bermain atau tidak, kami tetap siap,” ujarnya.

Boaz dan Tinus menegaskan siap menerima konsekuensi atas kesalahannya dari manajemen Persipura. Lebih lanjut, Boaz membantah adanya pernyatatan bahwa tindakan indispliner keduanya membahayakan orang lain saat itu.

Kebetulan pertandingan melawan Persita ketika itu berjalan dengan tensi tinggi antara kedua tim. Laga pun berujung dihentikan pada pertengahan babak kedua akibat kerusuhan yang terjadi di tengah lapangan. Namun, Boaz menilai kalau kerusuhan itu terjadi murni bukan karena tindakan indisiplinernya.

“Saya mau tekankan saat kejadian lawan Persita, karena kita berdua sudah keluar baru terjadi kekacauan itu. Dan saya kira kalau pertandingan berjalan lancar, pasti aman saja, tapi mungkin ada kejadian itu ada evaluasi dan akhirnya kami dipanggil oleh manajemen untuk pertemuan,” tuturnya.

Setelah manajemen melakukan evaluasi, Boaz dan Yutinus akhirnya diputuskan dilepas dari tim yang bertahun-tahun dibelanya.

○○○○

Sumber : bolasport.com

Pict : 📷 google.com