Bombastikkabausirah.com –

Kompetisi tinggal hitungan hari, namun salah satu wakil Sumatera pada kompetisi Liga 2 Indonesia 2019, PSPS Riau, justru mengalami krisis keuangan. Manajemen PSPS bahkan sudah mengembalikan pengelolaan klub tersebut kepada Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar.

Hal itu diungkapkan Competition Development Manager PT Liga Indonesia Baru (LIB), Yulius Amos.

“Benar, untuk PSPS kami sudah mendapatkan kabar terakhir yaitu bahwa teman-teman di Riau sudah mengembalikan kepengelolaan kepada gubernur,” kata Yulius kepada, Selasa (18/6), dilansir dari Topskor.id.

“Kemudian Gubernur Syamsuar berharap ada respons positif dari pengusaha- pengusaha di Riau untuk bekerja sama secara profesional. Kami akan terus berkomunikasi secara intensif dan berharap juga masalah ini akan selesai sesuai tanggal waktu yang diberikan kepada BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia),” Yulius menambahkan.

Terkait krisis itu, sebelumnya beredar pula kabar PSPS akan merger dengan Bontang FC jelang bergulirnya Liga 2 Indonesia 2019. Ternyata itu bukan kabar angin.

“Ya, informasi rencana PSPS merger dengan Bontang itu benar,” kata Humas PSPS Riau, Muhammad Teza Taufik, ketika dikonfirmasi.

Namun, saat sedang proses rapat, di antara kedua belah pihak ternyata tidak menemui kesepakatan. Alasannya terhalang regulasi.

“Jadi kemungkinan merger itu tidak terjadi. Apalagi kepengurusan tidak bisa cepat dibentuk karena tinggal beberapa hari lagi Liga 2 dimulai,” Teza menambahkan.

Menurut Teza, kepastian final batal mergernya kedua klub tersebut diputuskan Senin (17/6) malam lalu. Pihaknya juga sudah bertemu perwakilan PT LIB untuk membahas masalah ini, dan akan rapat lagi terkait tim berjulukan Askar Bertuah itu jelang Liga 2 Indonesia 2019.

Disinggung soal tunggakan gaji mantan pemain dan pelatih PSPS, Teza mengaku pihaknya memang diminta PT LIB melengkapi syarat bebas tunggakan sebelum Liga 2 dimulai. Syarat tersebut akan dipenuhi setelah PSPS selesai alih manajemen.

“Untuk surat bebas tunggakan itu sedang proses, karena kami harus peralihan manajemen dulu. Kalau semua sudah bertemu berarti surat bebas tunggakan akan dibuatkan dengan jaminan,” ujar Teza.

Selain itu, Teza mengungkapkan pemain PSPS yang didaftarkan untuk Liga 2 Indonesia sebanyak 24 pemain. PSPS baru saja menjalani uji coba terakhir melawan tim Tiga Naga di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai, dan selanjutnya fokus bersiap untuk laga perdana Liga 2 Indonesia 2019 lawan PSMS Medan, Sabtu (22/6).

Sumber : topskor.id