Bombastikkabausirah.com – (Selasa, 13/04/2021)

Siapa Mastilizal Aye?

“Oh, dia adalah wakil kami di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota padang,” begitulah kira-kira jawaban para konstituen dari daerah pemilihannya, karena memang beliau adalah wakil rakyat di DPRD Kota Padang periode 2019-2024.

Siapa Mastilizal Aye?

“Oh, dia adalah salah satu kader kami dari Partai Gerindra. Dia adalah salah satu kader terbaik,” begitulah kira-kira jawaban dari para politisi yang ada di Partai berlambang kepala Burung Garuda tersebut.

Siapa Mastilizal Aye?

“Oh, dia adalah pemerhati sepakbola Kota Padang. Dia adalah seseorang yang sangat mencintai sepakbola. Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang mau berkorban untuk sepakbola, dan dia juga Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Padang (Periode 2019 – 2023),” begitulah kira-kira jawaban yang kami rangkum dari berbagai pihak insan sepakbola Kota Padang.

Siapa Mastilizal Aye?

“Pak Aye (begitu sapaan akrabnya) orang yang susah dicakau (ditangkap), orang yang susah ditemui,” ujar kawan-kawan saya yang menginginkan waktu yang banyak bersama beliau.

Dan mungkin akan kita dapatkan banyak jawaban lagi tentang sosok yang murah senyum ini. Kesibukannya untuk berbuat dan terus berbuat membuat waktu yang kita inginkan untuk terus bersamanya tak akan pernah terasa cukup.

“Keluargaku, anak-anakku, dan orang-orang yang selalu bersamaku selama ini, terimakasih atas dukungan kalian semuanya. Maafkan saya jika ada yang terlupakan, itu bukan disengaja itu semua karena keadaan,” ujar bapak empat anak tersebut yang menyadari akan kesibukannya.

“Saya juga merasakan kenapa kita terasa jauh. Jujur ada yang hilang, yang sampai sekarang belum saya temukan, kedekatan, kebersamaan kita pada waktu itu. Bahkan hari ini jarak itu terasa semakin jauh. Tapi yakinlah, saya ingin kita seperti dulu lagi seperti waktu itu. Kita duduk, kita berbincang dan kita bercanda,” sambungnya.

Untuk sedikit wawancara agar artikel ini selesai, sangat sulit bagi kami tim bombastikkabausirah.com meminta waktunya. Dari pagi hingga malam kami ikuti, dan ternyata agenda beliau memang sangat padat.

Sebelum mendapatkan waktu berbincang malam ini, kami harus mengiringi dan mengikuti beberapa kegiatannya pada hari itu. Pagi sampai siang adalah persiapan meresmikan mesjid dikompleks tempat tinggalnya. Bahkan acara itu terus berlanjut dan berakhir setelah sholat Isya. Lalu lanjut lagi kesebuah acara yang berkaitan dengan pengukuhan kepengurusan adat. Hingga larut malam, barulah kami mendapatkan sedikit waktu dari Mastilizal Aye yang juga merupakan ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kota Padang.

Begitulah kira-kira padatnya jadwal beliau, begitulah kira-kira super sibuknya beliau. Sepanjang yang kami tahu, sebenarnya tak ada perubahan di diri Mastilizal Aye, ia tetaplah Mastilizal Aye yang dulu, hanya karena masalah ketersediaan waktu bersamanya saja yang membuatnya terasa berbeda.

Sebelum artikel ini kami lanjutkan, perlu kami tegaskan bahwa kami tidak akan membahas hal-hal lain. Kami hanya akan kupas tentang sepakbola bersama beliau. Karena seperti sama-sama kita ketahui, selain menjabat sebagai Ketua Askot PSSI Kota Padang, dia juga penggila sepakbola yang benar-benar ‘gila’. Mengapa kami bilang ‘gila’? Ya, diluar kegiatannya yang sibuk, dia masih sempat untuk memperhatikan sepakbola Kota Padang, tak hanya berkorban moril, berkorban materil pun ia jalani.

“Memang sepakbola membutuhkan waktu dan biaya yang banyak, apalagi yang sifatnya pembinaan. Semuanya butuh pengorbanan apapun bentuk pengorbanannya, selagi saya sanggup, selagi saya mampu akan saya lakukan,” ujarnya dengan wajah serius.

“Yang jelas saya tau kapan memulai tetapi saya tidak tau kapan akan mengakhiri kecintaan saya terhadap sepakbola. Untuk sepakbola Kota Padang, indak kayu janjang dikapiang (tidak ada kayu, jenjangpun akan dikeping) artinya saya akan mengorbankan apa saja yang saya sanggup (untuk kemajuan sepakbola Kota Padang dan Sumbar),” lanjut pria berkacamata tersebut.

“Saya sadari apa yang saya perbuat untuk sepakbola masih belum seberapa. Untuk itu saya masih akan terus berbuat, saya akan terus bekerja keras. Semoga apa yang saya cita-citakan dapat terwujud hendaknya. Sepakbola Kota Padang yang me-nasional dan sepakbola Sumbar yang berprestasi,” begitulah harapan Mastilizal Aye untuk sepakbola Ranah Minang.

Sosok yang mengidolai Alessandro Nesta itu juga menjelaskan tentang target dan harapan jangka pendek dan jangka panjang yang ingin ia capai didunia sepakbola. Khususnya sepakbola Kota Padang dan umumnya sepakbola Sumbar.

“Untuk waktu dekat saya akan menyemarakkan sepakbola Kota Padang. Dengan memperbanyak memutar kompetisi, baik itu kelompok umur dan lain-lainnya. Liga Askot PSSI Kota Padang adalah agenda yang berkelanjutan yang ingin terus saya benahi dan saya perbaiki,” lanjutnya yang baru saja merayakan ulang tahun ke 52 tahun itu.

“Seperti yang rekan-rekan bombastik katakan, jika sepakbola dibagi kedalam tiga kategori (sekedar mencintai, sekedar pembinaan atau memang ingin mencapai industri dan bisnis) saya akui kalau saya ingin mencapai semuanya. Memang ini pekerjaan yang tidak mudah tapi sejauh ini saya masih optimis dan memiliki harapan,” terangnya.

“Selain untuk mencapai semuanya tidak mudah. Hal ini juga membutuhkan waktu dan perjalanan yang sangat panjang. Sebab bagaimana pun anda berbuat dan berkorban, jika tak berujung terhadap prestasi tim senior maka kecintaan, pembinaan dan pengorbanan yang anda lakukan akan terasa sia-sia,” ia menambahkan.

“Saya pribadi ingin PSP Padang kembali berprestasi karena bagaimanapun juga PSP Padang adalah klub legenda di Sumbar bahkan nasional, setidaknya bisa kembali sejajar dengan Semen Padang FC,” ujarnya.

“Sebab bagaimanapun juga muara dari pembinaan yang kita lakukan adalah PSP Padang dan Semen Padang FC. Alangkah lebih eloknya dua tim ini berprestasi dengan product-product lokal yang kita bina dan kita ciptakan,” ujarnya penuh harap.

“Jadi itu saja yang saya harapkan, yang jelas kita berbuat, kita berusaha jangan hanya menghabiskan waktu untuk berdebat dan saling menyalahkan. Pinta saya mari bersama bergandeng tangan dan bersinergi untuk membangun persepakbolaan Kota Padang khusunya dan Sumbar pada umumnya,” ia menambahkan.

Tak lupa Mastilizal Aye juga menyempatkan menyampaikan permintaan maafnya karena kita akan memasuki dan menjalani ibadah puasa Ramadhan.

“Karena kita akan memasuki bulan Ramadhan, saya mohon maaf lahir dan batin semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan diberikan kesehatan sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan selancar-lancarnya,” ucapnya.

“Terakhir ingat pesan saya yang pernah saya sampaikan kepada rekan-rekan bombastik, jika ada yang perlu ditambah dan dikurangi, nan paralu ditambah pabanyak pitih masuak dan nan paralu dikurangi pasaketek pitih kalua (perbanyak pemasukan dan kurangi pengeluran),” ujarnya yang tak lupa becanda dalam keadaan serius sebagai pemecah suasana.

Karena keterbatasan waktu dan malam pun semakin larut perbincangan dengan Mastilizal Aye, penggila sepakbola yang benar-benar ‘gila’ ini kami akhiri. Semoga beliau selalu diberi kesehatan agar tetap dapat berjuang dan memperjuangkan persepakbolaan Ranah Minang. Wassalam.

○○○○

Tim bombastikkabausirah.com

Pict : 📷 RK Anjank