Gambar : Badak Lampung FC

Bombastikkabausirah.com – (Senin, 25/01/2021)

Rapat Exco PSSI membatalkan lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020. Kompetisi dibatalkan terkait kondisi force majeure pandemik COVID-19.

Imbas kompetisi dibatalkan, PSSI menyatakan, tidak ada juara dan tim terdegradasi. Selain itu, peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021 adalah peserta yang sama musim 2020.

Keputusan lainnya hasil rapat Exco adalah, kontrak pemain masing-masing klub mengacu kondisi force majeure. Pembatalan kompetisi ditanggapi manajemen Badak Lampung FC (BLFC). Tim bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR, Way Halim, Bandar Lampung ini berkompetisi di Liga 2.

Manajer BLFC, Dany Aulia menerangkan, Liga 2 musim 2020 dibatalkan, pembayaran gaji untuk para pemain sudah terpenuhi sesuai surat anjuran PSSI. Nilai kontraknya jadi 60 persen.

“Jadi sesuai kewajiban sudah kita penuhi,” jelasnya seperti yang kami kutip dari idntimes.com.

Pria berkacamata ini menambahkan, pihaknya juga memaparkan terkait anggaran kompetisi seharusnya digelar Oktober 2020 lalu mencapai 90 persen. Namun kompetisinya tak berjalan sama sekali.

Menurutnya pihak PSSI harus memiliki solusi yang terbaik untuk menangani permasalahan ini.

“Ibarat kata kita dana sudah hampir 90 persen buat ngurus perizinan segala macam, tapi hasil kompetisinya tidak ada sama sekali progresnya, sedangkan liganya sendiri dicancel,” paparnya.

“Nantikan kalau dalam artian dicancel atau dibatalkan berarti dikembalikan gaji pemain. Masa kita gaji pemain harus dikembalikan ke klub kan gak juga,” terang Dany.

Pada awal pembentukan tim liga, menurut Dany, PT LIB menjanjikan akan ada penambahan subsidi meski liga tidak bergulir atau tidak ada kejelasan. Namun, hingga saat ini subsidi tersebut tidak juga didistribusikan ke klub.

Bahkan, pada saat meeting terakhir setelah pembatalan kompetisi, pihak LIB menyatakan akan memberikan dana subsidi jika kompetisinya sudah diselenggarakan.

“Katanya, tenang klub jangan ragu PT LIB juga sudah menghitung akan ada biaya subsidi tambahan,” katanya.

“Sedangkan kita seolah-olah dibohongi karena ada subsidi tambahan ya udah kita ikut kan. Taunya November gak jadi sampai Februari gak jadi. Dan kemarin ketika rapat klub menagih subsidi uang tambahan itu, PT LIB malah mengembalikan jika kompetisinya jalan baru itu dibayarkan tapi kalau tidak jalan berarti tidak ada uang subsidi tambahan. Berarti kita kemarin cuma di iming-imingi doang. Supaya mau lanjut mau nunggu sampe Februari,” tugas Dany.

Dany menyatakan, sepanjang 2020 lalu, klub hanya menerima dua kali saja dari termin pertama subsidi kompetisi awal sebelum terdampak COVID-19 yaitu sebesar Rp250 juta. Namun ada potongan pajak Rp5 juta jadi total bersihnya Rp245 juta. Kemudian dana kedua jumlahnya hampir sama dengan yang pertama.
“Jadi selama satu musim ini yang liganya dibatalkan kami hanya menerima dua kali pembayaran. Sedangkan kami hampir semua kewajiban terhadap pemain sudah kita bayarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut Dany menyampaikan, banyak klub lain yang akhirnya dikecewakan dengan keputusan PSSI membatalkan Liga 1 dan 2. Pihaknya merasa hanya diberi harapan sejak Oktober lalu bahwa liga akan berlangsung paling tidak November 2020 atau Januari 2021.

“Kenapa baru sekarang diputuskan liganya disetop. Kemarin waktu bulan Oktober kenapa gak langsung diputuskan. Oke force majeure kita gak usah menyelenggarakan kompetisi. Jadi otomatis klub harus tetap membayar gajinya kan kepada pemain? Tapi kalau hari itu ada keputusan tidak ada kompetisi ya otomatis kan ibarat kata kita diimingi-imngi kita tunggu tahunya gak jadi,” paparnya.

Saepuloh, Kapten Badak Lampung FC menganggap keputusan federasi memang terlambat namun menurutnya itu sudah menjadi pilihan terbaik dari federasi. Sehingga ke depan federasi dan PT LIB bisa lebih fokus untuk mematangkan musim baru.

Terkait keputusan manajemen untuk membubarkan tim atau tidak, pihaknya mengaku belum mendapat konfirmasi.

“Nah ini kita belum dapat konfirmasi dari manajemen setelah kemarin ada keputusan dari federasi,” ujarnya.

Terkait hal itu, Dany menyatakan, untuk sementara kegiatan tim memang diliburkan dan pemain dipulangkan. Namun di luar tim utama, untuk soccer school tetap bergulir.

Menurutnya, sambil menunggu kejelasan manajemen juga akan membuat program seperti kepelatihan untuk pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai kontribusi Badak Lampung terhadap pelatih yang ada di Provinsi Lampung.

“Kalau kita dapet izin dari kepolisian kita mau buat festival usia 11 di Lampung. Serta kalau memang nanti diizinkan direksi kami juga akan menyeleksi tim U-19 di Lampung untuk meregenerasi calon-calon pemain Badak Lampung ke depan,” terang Dany.

Dia juga berharap, adanya pergantian Kapolri ini kemudian kongres PSSI Februari mendatang, ada penyegaran serta gairah untuk dunia sepak bola. Kemudian juga belajar dari kejadian sebelumnya agar tidak terjadi lagi.

“Jangan sampai kemarin 2020 tidak ada kompetisi hingga 2021 ini tidak bergairah. Mudah-mudahan Kapolri ini bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda sehingga liga atau kompetisi kita bisa berjalan seperti di negara lain pada umumnya,” harapnya.

○○○○

Sumber : idntimes.com

Pict : 📷 google.com