Bombastikkabausirah.com – Minggu (16/05/2021)

Federasi sepakbola Malaysia (FAM) dan operator kompetisi liga sepakbola Malaysia (MFL) mendapat kritikan setelah negara itu menempati peringkat dua dunia penunggak gaji pemain.

FIFA yang bekerja sama dengan asosiasi pesepakbola profesional dunia (FIFPro) telah merilis daftar bantuan finansial untuk pesepakbola (FPP). Program ini merupakan bantuan finansial kepada pemain yang tidak menerima haknya dari klub berdasarkan pengajuan permohonan di aplikasi FIFA FPP.

Yunani menempati posisi teratas dengan jumlah pemohon mencapai 291 pemain untuk periode pertama Juli 2015 hingga Juni 2020. Sedangkan jumlah pengajuan menerima bantuan dari Malaysia mencapai 147 pemain. Posisi ketiga ditempati Turki yang mencapai 117 pemain. Dari daftar 39 negara yang dirilis FIFA, Indonesia tidak tercantum.

“Jika kita melihat laporan FIFA tentang dana FIFA untuk pesepakbola, asosiasi pemain mengirimkan 147 kasus untuk mengajukan (permohonan) bantuan,” ujar dosen senior Fakultas Ilmu Olah Raga dan Rekreasi Universitas Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam, Mohd Sadek Mustafa, dikutip laman Sinar Harian.

“Untuk level Asia, kita bisa disebut sebagai juara tunggak gaji pemain di liga lokal. Situasi ini sebenarnya tidak baik bagi citra Liga Malaysia dalam beberapa hal, terutama sponsor, suporter, dan citra liga kita di mata FIFA,” lanjutnya.

“FAM dan MFL perlu meminimalkan masalah tunggakan gaji secara lebih komprehensif, meski kita akui kedua lembaga itu selalu mengambil pendekatan proaktif dalam menyelesaikan masalah ini. Singkatnya, jika masalah tunggakan gaji terus berlanjut, keluarkan saja klub dari kompetisi M-League,” pungkasnya.

Sementara itu, sekjen FAM Stuart Ramalingam mengatakan, Malaysia bakal menerima 456.214,48 dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp6,5 miliar. Bantuan dana ini langsung ditransfer FIFA ke rekening masing-masing pemain.

Menurut Stuart, pihaknya hanya memberikan pengesahan terhadap pengajuan dari asosiasi pesepakbola profesional Malaysia (PFAM) sebelum dikirim ke FIFA. 147 pemain itu berasal dari klub yang sudah tidak beroperasi lagi, yakni Perlis, Hanelang FC, Marcerra United, Kuantan FA, Terengganu City.

“FAM juga memberikan konfirmasi status tim atau klub yang terlibat yang telah ditutup secara resmi. FAM berterima kasih kepada FIFA dan FIFPro karena uang ini akan membantu pemain yang terkena tunggakan gaji yang gagal diselesaikan oleh klub yang sudah bubar,” ucap Stuart dinukil laman Berita Harian.

○○○○

Sumber : goal.com

Pict : 📷 google.com