Bombastikkabausirah.com – (Kamis, 2502/2021)

Beberapa waktu terakhir, pecinta sepak bola dihebohkan dengan tim Liga 2 asal Kalimantan Selatan, Martapura FC, diakuisisi oleh Dewa United FC hingga berpindah markas ke wilayah Tangerang.

Secara tiba-tiba, Dewa United meresmikan klub sepak bola di salah satu hotel elit di Tangerang, Senin (22/2) kemarin, dan mengklaim telah mengakuisisi klub yang berkompetisi di Liga 2, yaitu Martapura FC.

Namun, hal itu tidak disanggah oleh Ketua Martapura FC, Mochamad Hilman. Ia justru membenarkan jika tim sempat mengalami masalah finansial dan akhirnya diputuskan untuk dijual jelang musim kompetisi 2021.

“Sebenarnya ini berat bagi pecinta sepak bola Banua, terutama bagi penggemar Martapura FC,” ucap Ketua Martapura FC,

“Namun dengan pertimbangan di beberapa musim terakhir yang kita kesusahan dalam industri tim yang tidak berjalan, sehingga membuat finansial terganggu,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, politikus Partai Gerindra sekaligus pemilik kursi Ketua DPRD Banjar, Muhammad Rofiqi berjanji akan membeli kembali klub Martapura FC dari Dewa United, demi kebanggaan masyarakat Kalimantan.

“Di media sosial, warga dan suporter saya lihat sangat ramai membicarakan soal itu. Kebanyakan memang menyayangkan dan menyesalkan,” ungkap Muhammad Rofiqi, dikutip dari Pontas, Selasa (23/2) lalu.

“Kalau memang sudah dijual, saya siap membeli kembali klub Martapura FC dengan uang pribadi agar tetap bermarkas di Stadion Demang Lehman Martapura,” tambah Rofiqi.

Menurutnya, klub sepak bola Martapura FC bukan lagi sekadar klub olahraga, melainkan sudah menjadi kebanggaan dan harga diri masyarakat Kalimantan Selatan, di samping PS Barito Putera yang berkompetisi Liga 1.

“Kita sudah memiliki stadion yang bagus. Tapi kalau tidak ada klub sepak bola di tingkat bergengsi yang bermarkas, apa gunanya,” cetus Muhammad Rofiqi lagi.

“Sekali lagi, saya akan berusaha mempertahankan klub kebanggaan kita agar tetap bermarkas di Stadion Demang Lehman. Dengan duit pribadi akan saya beli lagi untuk warga Kabupaten Banjar,” tuntasnya.

Perlu diketahui, Martapura FC sendiri sudah melewati 12 tahun perjalanan sebagai tim profesional di kasta kedua Liga Indonesia, dan sempat beberapa kali berpeluang untuk naik kasta atau promosi ke kancah Liga 1.

Bersama sosok pelatih veteran, Frans Sinatra Huwae, Martapura FC sempat lolos ke babak semifinal Liga 2 2017, dan kembali tembus babak 8 besar di Liga 2 2018, namun Laskar Sultan Adam selalu gagal promosi ke Liga 1.

○○○○

Sumber : indosport.com

Pict : google.com