Mengapa Belum Ada Keputusan Terkait Persipura? Yunus Nusi : ‘Komdis Masih Melakukan Pendalaman’

Bombastikkabausirah.com – Senin (28/02/2022)

Kasus Persipura Jayapura yang tidak datang ke Stadion I Wayan Dipta, Senin (21/02) melawan Madura United kini sudah di tangan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Adapun kabar tersebut mendapat pembenaran dari Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

“Komdis terus melakukan pendalaman untuk mengkaji sebelum akhirnya memberikan putusan. Ya kita tunggu saja apa yang akan diputuskan oleh Komdis,” ujar Yunus seperti dilansir dari situs resmi PSSI.

Manajemen Tim Mutiara Hitam sendiri sebelumnya mengirim surat tertanggal 20 Februari 2022. Isi surat itu menjelaskan, Persipura tidak bisa bertanding seusai hasil tes PCR yang dilakukan pada 20 Februari 2022 menunjukkan 9 yang positif (3 ofisial dan 6 pemain).

“Maka kami berkoordinasi dengan LIB untuk dilakukan tes pembanding pada Senin (21/2). Jika hasil tes pembanding masih ada beberapa pemain dengan status positif, Persipura Jayapura TIDAK DAPAT BERTANDING karena (1) jumlah pemain banyak yang berhalangan untuk dimainkan, (2) menghilangkan azas fairness” bunyi pernyataan dalam surat tersebut.

Pihak PT LIB kemudian memberikan respons cepat dengan melakukan kan tes ulang. Hasilnya, sesuai dengan surat yang dikirimkan LIB dengan nomor 100/LIB-KOM/II/2022 menyebutkan, hasil negatif mencapai 21 pemain dan 7 ofisial. Sedangkan hasil positif 6 pemain, 3 ofisial.

Ini berbeda dengan klaim Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano yang berujar bahwa pemain yang tersisa hanya tinggal 11 pemain.

Dengan begitu, dalam surat yang dikirimkan LIB ke manajemen Persipura pada 21 Februari 2022, dijelaskan pemain yang negatif menjangkau lebih dari 14 orang sehingga tidak memenuhi syarat Pasal 52 ayat 7 Regulasi BRI Liga 1 – 2021/2022 dan tidak perlu diadakan pertemuan darurat.

“Tidak ada kejadian luar biasa terkait covid. Ini kasusnya seperti pertandingan Persikabo 1973 versus Bali United, beberapa pertandingan yang lalu. Pertandingan tetap berlanjut,” ujar Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita

Berangkat dari penjelasan di atas, PSSI dan PT LIB ingin menunjukan bahwa mereka tidak pernah membedakan satu klub dan klub lainnya. 

Adapun Lukita juga menjelaskan bahwa kasus-kasus tertundanya laga pekan ke-22 antara Persipura dan Madura United adalah karena tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pertandingan.

Pada hasil tes PCR yang dilakukan pada 31 Januari 2022, ada 22 pemain Madura United yang terpapar covid-19. Fakta itu membuat jumlah pemain Madura United yang siap bertanding tidak sampai 14 pemain.

Sesuai dengan Regulasi BRI Liga 1 2021/2022 pasal 52 poin ke-7, jika ada kondisi yang tidak mendukung karena pandemi Covid-19 dilakukan rapat darurat yang diikuti LIB, perwakilan Persipura, perwakilan Madura United, LOC, dan pengawas pertandingan. Hasil pertemuan darurat itu disepakati pertandingan ditunda.

Kasus yang hampir sama juga terjadi pada pertandingan antara Persib Bandung dan PSM Makassar pada BRI Liga 1 2021/2022 pekan ke-22. Setelah dilakukan pertemuan darurat, pertandingan yang seharusnya digelar pada 2 Februari itu juga ditunda karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Pada hasil PCR yang dilakukan sehari sebelumnya, saat itu, ada 24 pemain Persib yang terpapar virus covid-19. Sisanya, hanya ada 13 (termasuk pemain dari akademi) pemain yang siap bertanding.

“Jadi PSSI dan PT LIB itu tidak ingin menekan, membedakan, membuat degradasi salah satu klub. Itu tidak ada sama sekali. Kami berjalan sesuai aturan yang ada,” imbuh Lukita.

○○○○

Sumber : libero.id

Pict : 📷 @persipurapapua1963

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *