Menurut Indosport.com : Syafrianto Rusli Masuk Nominasi Pelatih Yang Dipecat Diawal Musim

Bombastikkabausirah.com – Jelang Liga 1 Indonesia 2019 yang akan segera dimulai, ada suatu kekhawatiran mengenai ritual pemecatan di awal musim bakal kembali terjadi.

Liga 1 merupakan ajang sepak bola paling bergengsi di Indonesia yang membuat kompetisi ini begitu sengit dan ketat. Saking ketatnya, selalu ada semacam ritual untuk memecat pelatih pada awal musim dalam dua musim terakhir.

Ada berbagai alasan yang mengiringi fenomena unik tersebut, mulai dari posisi di klasemen sementara yang tidak memuaskan hingga faktor non teknis. Pertanyaannya sekarang, akankah ritual pemecatan pelatih di awal musim bakal terulang di Liga 1 Indonesia 2019?

Sebelum lebih jauh membahas mengenai mungkinkah ada ritual pemecatan pelatih di awal musim Liga 1 Indonesia 2019. Ada baiknya untuk menilik kembali fenomena unik itu di Liga 1 dalam dua musim terakhir, sebagai catatan bahwa indikator awal musim itu hingga pekan kelima.

Liga 1 Indonesia 2017

Pada Liga 1 Indonesia 2017, ritual itu sudah dimulai sejak pekan kedua ketika Bali United memutuskan untuk memecat pelatih asal Austria, Hans-Peter Schaller saat tim berada di posisi ke-17. Alasannya apa lagi kalau bukan hasil mengecewakan di dua laga awal.

Hanya sepekan setelah Schaller menjadi korban, tidak tanggung-tanggung dua pelatih sekaligus menjadi tumbal selanjutnya. Mereka adalah Laurent Hatton di PS TNI dan Timo Scheunemann bersama Persiba Balikpapan.

Setelah ditelusuri, pemberhentian dua pelatih asing tersebut bukan dengan dipecat. Hatton meninggalkan PS TNI dengan kesepakatan bersama usai diketahui bahwa pria Prancis itu tidak bisa berbahasa Indonesia.

Sedangkan Scheunemann memutuskan untuk mundur dari Persiba Balikpapan selepas menelan sejumlah hasil buruk. Klub asal Kalimantan ini diketahui menempati posisi juru kunci akibat dihajar tiga kekalahan beruntun.

Liga 1 Indonesia 2018

Ritual pemecatan pelatih yang paling fenomenal terjadi pada Liga 1 Indonesia 2018 saat Borneo FC memutuskan untuk memutus kontrak pelatih nyentrik, Iwan Setiawan. Menjadi fenomenal karena ritual itu terjadi pada pekan pertama.

Alasan Borneo FC untuk memecat Iwan dikarenakan faktor non-teknis, yaitu berseteru dengan fans, yang membuat manajemen harus mengambil keputusan sulit. Kejadian bermula pada laga pertama ketika ditahan imbang Sriwijaya FC.

Suporter Borneo yang datang menyaksikan laga tersebut merasa kecewa kemudian meluapkannya dalam teriakan untuk meminta Iwan segera didepak. Sang pelatih langsung mendatangi mereka sehingga perseteruan pun tak terlelakan lagi.

Liga 1 Indonesia 2019 Ada Tiga Nominasi

Melihat tren pemecatan pelatih Liga 1 dalam rentang waktu dua musim terakhir, tentu itu menjadi alarm bagi para arsitek tim musim ini. Setidaknya, terdapat tiga pelatih yang posisinya tidak terlalu aman pada awal musim ini.

1. Ivan Venko Kolev (Persija Jakarta)

Pertama ada Ivan Kolev yang gagal membawa Persija Jakarta melangkah lebih jauh di Piala Presiden 2019 dan Piala AFC 2019. Kelompok suporter The Jakmania bahkan diketahui mulai gerah dengan performa klub kesayangannya yang terus menukik.

Namun, Kolev dan anak asuhnya berusaha untuk memberikan penjelasan bahwa Persija Jakarta bisa bangkit lagi dan berharap Jakmania mau mengerti. Memang jadwal yang sangat padat membuat mereka sulit untuk menampilkan performa terbaik di tiga ajang sekaligus, termasuk di Kratingdaeng Piala Indonesia.

Kolev masih memiliki satu cara agar dirinya tidak masuk dalam rencana pemecatan yaitu tampil baik di awal musim Liga 1 Indonesia 2019. Paling tidak Persija harus tetap bersaing di papan atas demi menjaga gengsi status sebagai juara bertahan.

2. Luciano Leandro (Persipura Jayapura)

Kedua adalah Luciano Leandro bersama Persipura Jayapura. Posisi legenda PSM Makassar itu menjadi tidak aman usai pencapaian buruk di Piala Presiden 2019, yakni terhenti di fase grup.

Padahal, Persipura sempat menunjukan kapasitasnya sebagai tim besar dengan menang atas PSIS Semarang dan PSM Makassar. Namun, kekalahan dari Kalteng Putra membuat mereka tersingkir serta menorehkan noda hitam tersendiri di mata manajemen.

Terlebih, Persipura terkenal tidak sabaran dengan pelatih yang gagal memenuhi ekspektasi. Terbukti sejumlah pelatih ternama pernah dipecat karena gagal memenuhi ekspektasi, seperti Peter Butler dan Jafri Sastra.

3. Syafrianto Rusli

Syafrianto Rusli memang berhasil membawa Semen Padang FC promosi ke Liga 1 Indonesia 2019, namun kiprahnya di kasta sepak bola teratas di Indonesia itu perlu mendapat sorotan. Penampilan di Piala Presiden 2019 cukup membuat dirinya waspada.

Pasalnya, Semen Padang FC tampil buruk dengan alami dua kekalahan dari Bhayangkara FC dan Bali United. Masalah di lini pertahanan perlu mendapat perhatian khusus agar Syafrianto lolos dari palu pemecatan, setidaknya selama awal musim ini.

Sumber : Indosport.com

2 thoughts on “Menurut Indosport.com : Syafrianto Rusli Masuk Nominasi Pelatih Yang Dipecat Diawal Musim

  1. Alah model quick count Pilpres pulo nampaknyo ko yo admin..? he..he.. Kiro kiro alah di survey sia kapanggantinyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *