Bombastiklabausirah.com – Minggu (25/04/2021)

Gabungnya Paulo Sitanggang ke Borneo FC secara tiba-tiba, kini berbuntut panjang. PSMS Medan akan menuntut Paulo Sitanggang dan terancam penjara 5 tahun lantaran sang pemain sudah terikat kontrak.

Namun Paulo sempat mangkir latihan sebanyak dua kali dengan alasan keluarga. Setelah tak nampak batang hidungnya, tiba-tiba Borneo FC umumkan Paulo gabung ke klub Liga 1 itu.

Paulo Oktavianus Sitanggang, Gelandang PSMS Medan tengah menjadi buah bibir pecinta sepakbola Indonesia, khususnya fans skuad tim bertajuk Ayam Kinantan tersebut. Bagaimana tidak, Paulo dikabarkan hengkang dari PSMS Medan ke Borneo FC dengan status masih terikat kontrak bersama tim asuhan Ansyari Lubis tersebut.

Julius Raja, Sekretaris Umum PSMS Medan, melalui upload video kanal resmi Youtube PSMS Medan, mengungkap kronologi hengkangnya Paulo Sitanggang. Ia juga menjelaskan bagaimana proses kontrak antara PSMS Medan dan Paulo Sitanggang, yang sebelumnya merupakan pemain Persik Kediri.

“Sebenarnya Paulo Sitanggang sudah berkomunikasi dengan Manajer, Pak Mulyadi, beberapa waktu yang lalu. Disitulah terjadi hubungan sehingga, bermain sama PSMS untuk liga 2 tahun 2020. Nah, tentu kami harus menyiapkan apa-apa yang harus menjadi persyaratan dari sisi manajemen,” ungkapnya.

“Kan kemarin dia (Paulo) masih di Persik Kediri. Kompensasi dalam nilai uang kami bayar. Biar kami dapat surat berhenti Paulo. Setelah kami dapat suratnya, kami daftarkanlah dia ke PSSI dan PT LIB sebagai pemain PSMS untuk liga 2 Indonesia 2020. Disitu durasi kontraknya sampai Februari 2021,” ujarnya dalam video yang di upload pada, Kamis (22/4).

Pria yang akrab disapa King ini juga menjelaskan, meski liga berhenti akibat pandemi Covid-19, manajemen PSMS Medan tetap membayar hak (gaji) Paulo. Kemudian, memasuki Maret 2021, kontrak Paulo Sitanggang diperpanjang oleh PSMS Medan sampai liga 2 tahun 2021 selesai. Aku Julius, surat kontrak antara PSMS Medan dan Paulo mempunyai legalitas yang kuat di mata hukum.

Setelah proses kontrak baru itu disepakati, manajemen PSMS Medan kembali mendaftarkan pemainnya termasuk Paulo ke PSSI dan PT LIB untuk bermain di Liga 2. Ketika Rabu, (21/4) Borneo FC melalui akun resmi Instagramnya, mengumumkan Paulo Sitanggang telah di kontrak sebagai pemainnya.

“Karena sedang dalam pandemi Covid-19, kita anggap liga tertunda. Tapi gaji Paulo terus kami bayar. Sampai dengan Maret 2021, kita perpanjang kontrak nya dengan durasi sampai Liga 2 tahun 2021 selesai. Surat kontraknya juga jelas. Durasi kontraknya tercantum, ada materai, ada stempel, kop suratnya jelas. Legalitasnya sah. Kami juga mendaftarkan semua pemain dan pelatih ke PSSI dan PT LIB. Dan sudah perkenalan. Tiba-tiba dia lakukan hal begini, dengan alasan begitu,” ujarnya.

Julius juga menilai, alasan hengkangnya Paulo ke Borneo FC didasari persoalan finansial. Ia menganggap, tawaran Borneo FC mungkin lebih besar dari pada PSMS Medan. Selain itu, lanjutnya, Paulo mungkin berkeinginan main di Liga 1.

“Alasannya ya mungkin, karena duitlah. Disana (Borneo FC) mungkin lebih besar. Ditambah dia (Paulo) mau main di Liga 1, tapi kenapa kemarin dia mau tandatangani sama PSMS?,” ucapnya.

Sejauh ini langkah persuasif masih dilakukan manajemen PSMS Medan, terkait penyelesaian status Paulo. Sampai saat ini manajemen PSMS Medan masih menunggu itikad baik Paulo Sitanggang, Gelandang PSMS Medan, yang di duga telah melanggar perjanjian kontrak dan pindah ke Borneo FC.

Terbaru, Bambang Abimayu, Kuasa Hukum PSMS Medan melalui upload video kanal resmi Youtube PSMS Medan, menyampaikan imbauannya untuk Paulo. Bambang mengatakan, jika dalam kurun waktu 7 x 24 jam Paulo tidak menunjukkan itikad baiknya, maka manajemen PSMS Medan melalui tim hukumnya akan menuntut Paulo, baik secara pidana maupun perdata.

“Karena ini sifatnya imbauan, saya memberi waktu kepada Paulo 7 x 24 jam sejak video imbauan ini di upload. Dan jika ini tidak diindahkan, kami akan proses dia secara hukum. Baik itu pidana dan perdata. Ya, mungkin terancam kurungan 4-5 tahun,” ujarnya dalam video yang di upload, Kamis (22/4). Lanjut Bambang dalam video tersebut, Borneo FC dalam hal ini juga bisa saja mendapat sanksi hukum apabila mengetahui Paulo masih terikat kontrak dengan PSMS Medan.

“Tidak menutup kemungkinan Borneo FC juga bisa kita tuntut. Mereka pasti punya lembaga hukum juga. Dan gak mungkin mereka tidak mempertanyakan kejelasan itu,” ucapnya.

Di dalam video yang sama, Julius Raja mengungkap fakta, manajemen PSMS Medan melalui dirinya sudah melakukan komunikasi dengan pihak Borneo FC terkait status Paulo Sitanggang. Ia menginformasikan, PSMS Medan sudah menyurati Borneo FC mengenai duduk perkara Paulo Sitanggang.

Lanjutnya, antara PSMS Medan dan Borneo FC tidak ada urusan. Yang menjadi urusan adalah antara PSMS Medan dan Paulo Sitanggang. Julius cukup menyayangkan sikap Borneo FC yang tidak mengkonfirmasi terlebih dahulu ke manajemen PSMS Medan terkait kontrak Paulo.

“Kami sudah komunikasi, dan sudah menyurati Borneo FC. Antara PSMS Medan dan Borneo FC tidak ada urusan. Cuma antara PSMS dan Paulo. Tapi kami cukup menyayangkan sikap Borneo FC yang tidak konfirmasi terlebih dahulu ke manajemen PSMS Medan,” ucapnya.

Lanjut Bambang, sejauh ini manajemen PSMS Medan masih mengedepankan pendekatan persuasif untuk menyelesaikan konflik antara Paulo Sitanggang dan manajemen PSMS Medan. Sampai saat ini manajemen PSMS Medan masih menunggu itikad baik Paulo Sitanggang, Gelandang PSMS Medan, yang di duga telah melanggar perjanjian kontrak dan pindah ke Borneo FC.

Sementara Paulo Sitanggang saat ini belum berkomentar terkait kepindahannya ke Borneo FC maupun terancam pidana. Borneo FC diam-diam telah mendatangkan Paulo Sitanggang, yang sempat membela PSMS Medan, untuk memperkuat skuad Pesut Etam menghadapi musim 2021.

Manajemen bisa dikatakan melakukan “operasi senyap” karena rencana memboyong gelandang yang pernah membela Timnas Indonesia U-19 kala menjadi juara Piala AFF 2013 lalu itu tidak terdeteksi jauh-jauh hari.

Manajer Tim Borneo FC Farid Abubakar, dikutip dari laman resmi klub, Kamis, mengaku wacana mendatangkan Paulo sebenarnya sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, bahkan sebelum Borneo FC mempersiapkan diri ke Piala Menpora 2021. Namun, kata dia, manajemen tak mau banyak suara soal rencana tersebut agar situasi yang tak diinginkan tidak terjadi.

“Bisa saja kalau kami incar secara terang-terangan, klub asal pemain tak melepasnya. Atau bahkan ada tim lain yang menyalip kami,” ujar Farid dilansir dari Antaranews.com.

Itulah sebabnya, kata Farid, manajemen sama sekali tak membuka suara soal kedatangan Paulo. Hadirnya pemain yang bisa beroperasi sebagai gelandang tersebut, diakuinya, sudah pasti menambah kekuatan di lini tengah. Paulo juga sudah menyempatkan berlatih bersama para pemain Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. Disebutkan Farid, Paulo juga menjadi bagian dari perekrutan setelah Borneo FC meminjamkan tiga pemainnya ke RANS Cilegon FC beberapa waktu lalu.

“Kami sudah katakan, pasti akan merekrut pemain baru dan itu sudah kami buktikan dengan datangnya Paulo. Nanti pemain lainnya juga akan datang. Dan kami sementara juga tak bisa katakan siapa pemain yang kami inginkan itu,” tambahnya.

○○○○

Sumber : tribunmedan.com

Pict : 📷 psms medan & @borneofc