Bombastikkabausirah.com – Sabtu (19/06/2021)

Liga 2 Indonesia 2021 memang belum dimulai. Kompetisi kasta kedua nasional ini direncanakan akan dimulai dua pekan setelah kick-off Liga 1 Indonesia 2021.

Tapi gairah yang tersaji di Liga 2 Indonesia 2021 ini tak kalah jauh jika dibandingkan dengan gairah yang terjadi di Liga 1 Indonesia 2021. Hal ini terjadi banyaknya artis dan tokoh-tokoh penting yang mulai melirik dan mengakuisisi beberapa klub Liga 2 Indonesia 2021.

Sebut saja RANS Cilegon FC (Raffi Ahmad dan Rudy Salim), Dewa United (Rendra Soedjono cs), AHHA PS Pati FC (Atta Halilintar dan Putra Siregar) dan Persis Solo (Kaesang Pangarep, Erick Tohir dan Kevin Nugroho).

Namun permasalahan muncul setelah Kongres Tahunan PSSI 2021. Dimana dalam kongres yang berlangsung di Hotel Raffles, Jakarta tersebut diwacanakan Liga 2 Indonesia 2021 menggunakan format baru.

Dimana 24 tim akan dibagi kedalam 4 grup dan setiap grup diisi enam tim. Peringkat satu dan dua tiap lolos keputaran berikutnya. Peringkat tiga dan empat bertahan di Liga 2 Indonesia. Kemudian peringkat lima dan enam akan terdegradasi.

Banyak klub peserta Liga 2 Indonesia 2021 yang keberatan dengan format tersebut. Rata-rata klub peserta yang menolak format tersebut dan menginginkan format Liga 2 Indonesia 2021 kembali kebentuk format kompetisi sebelumnya, yakni dengan dua wilayah.

Bahkan pernyataan manager sekaligus Direktur Operasional Semen Padang FC menilai format Liga 2 Indonesia 2021 mirip seperti turnamen tarkam (antar kampung) dan jauh dari sisi profesionalitas.

“(Jika Liga 2 dibagi kedalam empat grup) ini akan seperti Tarkam. Harusnya format kompetisi seperti biasa dan tim menjalani musim yang panjang. Ini kan tidak elok, kita harap PSSI berpikir logis karena sponsor juga ingin tim bermain dikompetisi penuh,” ujarnya kepada awak media seperti yang kami kutip dari jawapos.com.

Selain Effendi Syahputra manager Semen Padang FC, terdapat beberapa klub yang menolak format baru Liga 2 Indonesia 2021 ini. Berikut pernyataan dan testimoni klub-klub yang menolak format terbaru dan menginginkan format lama dua wilayah.

Semen Padang FC (Effendi Syahputra, Manager)

“Kita vokal menyuarakan hal ini agar kompetisi ini kembali kepada marwahnya yakni dengan format dua wilayah. Ini kan seperti tarkam (antar kampung) harusnya format kompetisi seperti biasa dan tim menjalani musim yang panjang”

“Dan ini kan tidak elok, kita harap PSSI berpikir logis karena sponsor ingin tim bermain di kompetisi penuh. Dengan kompetisi yang panjang ada kesempatan bagi pemain muda menunjukan kualitas. Kalau sistem enam grup tak ada kesempatan bagi mereka karena tim ingin menang disetiap laga”

Muba United (Ahmad Haris, Manager)

“Kalau dibagi empat grup, ada kekosongan waktu yang cukup lama. Kami berharap PSSI dan PT LIB dapat segera merumuskan yang terbaik. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan, baik dari klub atau pemain”

Sriwijaya FC (Isi Surat Usulan Ke PSSI)

“Format kompetisi dua wilayah, dibagi memjadi wilayah Barat dan Timur”

PSMS Medan (Mulyadi Simatupang, Manager)

“Kita mengontrak pemain sampai Desember 2021, sementara kalau pembagian empat grup maka kompetisi akan berakhir sampai September. Artinya Oktober, November, Desember itu siapa yang bayar kontrak pemain? Jadi kita mau tetap dua grup : Timur dan Barat sehingga jumlah pertandingan meningkat”

Hizbul Wathan FC (Dhimam Abror, Persiden Klub)

“Kami ingin kompetisi seperti sebelumnya (dua grup), kami ini klub baru, kalau empat wilayah susah bagi kami”

PSCS Cilacap (Surat Terbuka)

“Lebih baik kompetisi Liga 2 Indonesia 2021 dilaksanakan dengan kompetisi penuh (2 wilayah). Jumlah degradasi 8 klub tidak sebanding dengan kuota promosi”

Persiba Balikpapan (Gede Widiade, Presiden Klub)

“Tidak fair apa bila Liga 1 Indonesia 2021 menggunakan sistem kompetisi normal, sedangkan Liga 2 Indonesia 2021 dengan sistem home tournament empat grup, sementara degradasi ada delapan”

○○○○

Sumber : dari berbagai media

Pict : 📷 goal.com