PSMP Mojokerto Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Mojokerto-Sabtu (23/2)Akirnya banding manajemen PS. Mojokerto Putra (PSMP) mendapat respon dari Komisi Banding PSSI. Namun Komisi Banding justru memberikan sanksi lebih berat kepada tim berjuluk Laskar Mojopahit (Lasmojo).

Sebelumnya tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini diberi sanksi larangan bermain selama satu tahun di kompetisi nasional karena terlibat pengaturan skor.

Kejadian ini bermula ketika Indra Setiawan CS mendapatkan pinalti saat menghadapi Aceh United pada 19 November lalu di babak 8 besar Liga 2.

Tendangan pinalti tersebut sengaja dilencengkan kekiri gawang tim berjuluk Laskar Iskandar Muda oleh Krisna Adi. Sehingga timnya mengalami kekalahan tipis 3-2 dan gagal lolos ke semifinal Liga 2 tahun 2018. Akibat kejadian tersebut PSMP dikenai sanksi larangan mengikuti kompetisi nasional selama satu tahun.

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Sholeh, PSMP mengajukan banding karena menilai sanksi yang dijatuhkan tanpa meminta keterangan kepada pihak manajemen PSMP terlebih dahulu.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitu nasib yang di alami PSMP. Bagaimana tidak hukuman yang diterima sebelumnya cuma satu tahun malah ditambah menjadi tida tahun.

Presiden PSMP, Firman Efendi tidak hadir dalam sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI di FX Office Tower, Senyan, Jakarta pada hari Kamis (21/2) kemarin. Ketidak hadirannya sudah dikomfirmasi kuasa hukum PSMP, Muhammad Sholeh, dan meminta dijadwal ulang kembali pada hari Rabu, (27/2). Namun apa hendak dikata sanksì sudah dijatuhkan dari satu tahun menjadi tiga tahun.

Sumber : beritajatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *