Bombastikkabausirah.com – Kamis (16/06/2021)

Sepertinya format untuk Liga 2 Indonesia 2021 masih belum berubah. Yang mana kompetisi kasta kedua nasional yang akan digulirkan akhir Juli hingga Desember 2021 tersebut direncankan akan menggunakan format kompetisi dengan menggunakan sitem home tournament.

Yang mana sebanyak 24 tim peserta akan dibagi kedalam empat grup yang masing-masing grup akan berisikan 6 tim untuk babak penyisihan. Setiap grup akan memainkan pertandingan di kota yang berbeda.

Dilansir dari antaranews.com, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) menyampaikan bahwasanya sudah ada sebanyak 8 tim yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah babak penyisihan Liga 2 Indonesia 2021.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada klub-klub yang sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Liga 2 Indonesia 2021. Ini menjadi bukti bahwa animo klub-klub untuk menyemarakkan kompetisi Liga 2 terhitung tinggi,” ujar Sudjarno, Direktur Operasional PT LIB.

Ke delapan tim tersebut juga mendaftarkan satu stadion yang akan mereka gunakan untuk pelaksanaan pertandingan. Selain itu ke delapan klub tersebut juga siap memenuhi dan mematuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan PT LIB.

Delapan tim tersebut adalah PSMS mendaftarkan Stadion Teladan, Medan. Kemudian, Sriwijaya FC dan Martapura Dewa United masing-masing mengajukan Stadion Jakabaring, Palembang, serta Stadion Indomilk Arena, Tangerang.

Selanjutnya, PSCS mengusulkan Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, lalu Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Persiba Balikpapan di Stadion Batakan Balikpapan, PSPS Riau di Stadion Kaharudin Nasution, Pekanbaru dan Persis Solo di Stadion Manahan, Solo.

“Penentuan siapa tuan rumah yang terpilih akan kami lakukan lewat drawwing (pengundian) yang akan disaksikan secara langsung oleh semua peserta,” tutur Sudjarno.

Nah, melihat format Liga 2 Indonesia 2021 yang seperinya tak akan ada perubahan, muncul pertanyaan. Apakah Semen Padang FC berubah pikiran?

Sebab terakhir, Selasa (15/6) Semen Padang FC melalui manager Effendi Syahputra ogah menjadi tuan rumah. Karena ia menilai format yang diberikan operator liga PT LIB lebih mirip turnamen antar kampung.

“Kita ditawari untuk mengikuti bidding sebagai tuan rumah sistem turnamen 4 grup. (Namun) Semen Padang FC menolak, dengan alasan konsistensi kita mempertahankan sistem kompetisi profesional dua Wilayah Liga 2,” ujar Effendi Syahputra.

○○○○

Tim bombastiklabausirah.com

Pict : 📷 @semenpadangfcid