Bombastikkabausirah.com – Selasa (06/07/2021)

Persipura Jayapura resmi mencoret Boaz Salossa dan Yustinus Pae dari skuad mereka musim ini. Persipura memulangkan Boaz Salossa dan Yustinus Pae ketika tim Mutiara Hitam menjalani rangkaian uji coba pada Juni lalu. Sontak, hal tersebut memicu pertanyaan publik mengapa dua pilar Persipura tersebut tiba-tiba dipulangkan Persipura.

Pada Senin (5/6) malam WIB, Persipura akhirnya memberikan penjelasan mengenai keputusan klub melepas Boaz dan Yustinus. Ketua Umum (Ketum) Persipura, Benhur Tomi Mano, mengatakan keputusan tersebut ditetapkan lantaran kedua pemain melakukan tindakan indisipliner.

“Pertama-tama saya mau sampaikan bahwa secara pribadi, lepas pribadi, kami tidak punya masalah apa pun dengan Bochi maupun Tipa,” kata Benhur dalam rilis pernyataan resmi Persipura seperti yang kami kutip dari kompas.com.

“Mereka adalah anak-anak kami dan adik-adik kami, ini murni kebijakan manajemen dan masukan para pelatih atas pelanggaran atau tindakan indisipliner,” lanjut Benhur Tomi Mano Ketum Persipura tersebut.

Benhur Tomi Mano menyatakan Persipura awalnya masih ingin menahan keputusan ini ke hadapan publik. Namun, opini-opini liar dari publik pada akhirnya membuat tim Mutiara Hitam memutuskan buka suara lebih cepat.

“Sebenarnya kami rencanakan meeting Selasa besok, tetapi isu yang beredar makin melebar dan dipenuhi tuduhan-tuduhan tanpa dasar kepada manajemen,” ungkapnya soal keputusan pemulangan Boaz dan Yustinus.

“Oleh karena itu, kami berusaha percepat malam ini untuk penjelasan dan keputusan manajemen. Kami juga putuskan untuk menyampaikan penjelasan dan keputusan ini ke publik karena sudah begitu banyak isu dan tuduhan yang berkembang di sosial media padahal manajemen belum bicara apa pun,” bebernya.

“Tidak ada satu pun keputusan manajemen yang diambil hanya berdasarkan pemikiran satu atau dua orang saja, apalagi untuk kasus sebesar ini, kami sangat berhati-hati. Keputusan kami memulangkan Bochi dan Tipa adalah keputusan seluruh manajemen dan masukan dari berbagai pihak yang terlibat langsung di dalam tim,” lanjutnya menguraikan.

“Waktu itu, kami meminta manajer, direktur utama, dan pelatih untuk sampaikan keputusan tersebut kepada mereka berdua di Hotel Kartika Chandra Jakarta,” tandasnya.

Benhur Tomi Mano juga mengungkapkan kasus indisipliner sudah sering terjadi di kubu Persipura Jayapura. Lebih lanjut, Benhur mengatakan, Boaz Salossa dan Yustinus Pae juga mengajak pemain lain di skuad Mutiara Hitam dalam melanggar aturan.

“Dimulai dari kejadian di Kediri waktu pencoretan salah satu pemain muda dan sanksi kepada dua pemain muda lainnya. Saat itu, tim pelatih memanggil empat pemain senior (Boaz, Tinus, Ian, Ricardo) dan meminta tanggapan mereka terkait hal indisipliner tersebut,” ungkap Benhur.

“Mereka berempat sepakat untuk sanksi atas pelanggaran indisipliner, sayangnya baru beberapa hari kemudian mereka melakukan pelanggaran yang sama, bahkan sampai saat uji coba melawan Persita hal itu terjadi,” terangnya.

“Ini yang membuat kami sangat kecewa, baru saja kita coret pemain karena indisipliner, tiba-tiba mereka lakukan, apa maksudnya? Ini seperti menampar muka kami. Manajemen seperti tidak dihargai sama sekali, dan hal lain yang kagetkan kami adalah selama ini rupanya ada upaya untuk mengajak pemain lain untuk terlibat, kan bisa mengganggu kondisi tim, ini juga sangat kami sayangkan,” ujar Ketum Persipura.

Atas kejadian ini, kami juga mencoba menghubungi pemain terkait. Namun hingga berita ini diluncurkan kami belum mendapat jawaban dari Boaz Salossa maupun Yustinus Pae. Apalagi terkait soal isu kepindahan mereka ke RANS Cilegon FC dan Persija Jakarta.

○○○○

Sumber : kompas.com

Pict : 📷 google.com