Edward Wilson Junior adalah idola Semen Padang FC era kompetisi 2008-2013 silam, lebih kurang selama lima tahun dengan tim yang berujulukan Kabau Sirah itu, striker asal Liberia itu telah melesakan 80 gol dari 108 tampil.

Tetapi disaat sepakbola negeri ini dilanda berbagai krisis dan akhirnya di sanksi FIFA, pemain kelahiran Monrovia, Liberia ini memilih meninggalkan Indonesia.

Meski banyak tim dalam negeri yang berminat dengan kepiawaian pemain berkulit legam itu, tetapi ia memutuskan untuk bergabung dengan klub Malaysia, Felda United.

Setelah kontrak pemain ini di putus oleh Felda United, pemain yang akrab dengan nomor punggung 22 itu ingin kembali bermain dengan klub Liga Indonesia. Akhirnya ia bergabung dengan klub paling Timur Indonesia, Persipura Jayapura. Cuma saja karir mantan pemain timnas Liberia ini tak secemerlang saat membela tim Urang Awak.

Sampai saat ini Edward Wilson Junior masih tetap di Indonesia. Sebelum ia di buru petugas imigrasi kelas II Kerinci, ia bermain dengan sejumlah klub lokal. Ia ikut berbagai turnamen-turnamen lokal yang lebih terkenal dengan sebutan “tarkam.” Terakhir sebelum ia menghilang, ia baru saja mengikuti dan menjuarai Piala Gubernur Jambi bersama tim Merangin FC.

Disaat tim Semen Padang FC dalam pembentukan atau persiapan menghadapi Liga 2 2018 lalu, usai menjalani laga uji coba di Deli Serdang dan Banda Aceh, Semen Padang merasa lini depannya kurang tajam.

Kebetulan pelatih Semen Padang FC, coach Syafrianto Rusli bertemu Edward di Banda Aceh, dan menawarkan untuk kembali bergabung dengan tim Ranah Minang ini. Tetapi regulasi Liga 2 kala itu tidak memperbolehkan memakai jasa pemain asing.

Artinya, jika Edward bergabung statusnya harus WNI. Untuk jadi warga negara Indonesia harus di naturalisasi terlebih dahulu. Inilah yang menjadi kendala besar untuk memulangkan sang mantan ke Padang.

Karena untuk naturalisai banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemain yang berasal dari Afrika Tengah itu. Sesuai undang-undang nomor 12 tahun 2016, minimal ada delapan persyaratan yang harus dipenuhi. Antara lain adalah tinggal paling akhir lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut.

Sedangkan Edwar tidak cukup lima tahun di Semen Padang FC dan kemudian pindah ke Malaysia. Artinya sesuai undang-undang ia tidak memenuhi syarat. Kecuali ia mendapat keistimewaan, seperti berjasa pada NKRI dan mengajukan sendiri proses naturalisasinya.

“Kita ingin mendatangkan Edward Wilson Junior tetapi sepertinya memerlukan proses yang panjang. Persyaratannya banyak yang kurang, lagi pula isterinya bukan orang Indonesia, jadi semua serba susah.” Ujar Manajer Semen Padang FC, Win Bernadino kala itu.