Segera Dikelola Taipan Asal Sumsel, Sriwijaya FC Mulai Bicara Liga 2 Musim Depan

Bombastikkabausirah.com – Selasa (18/01/2022)

Setelah urung menjalin kerjasama dengan YouTuber top Atta Halilintar, Sriwijaya FC, bakal dikelola secara profesional oleh investor asal Sumatera Selatan (Sumsel) sebelum dimulainya kompetisi Liga 2 Indonesia 2022 mendatang. 


“Persiapan (tim kompetisi Liga 2 Indonesia 2022) belum, kita masih mencari siapa yang akan mengelola Sriwijaya FC ini ke depan. Jadi sesuai arahan Pak Gubernur,” beber manager Sriwijaya FC, Hendriansyah, seperti yang kami kutip dari sripoku.com.

“(Tujuannya) agar Sriwijaya FC ini dikelola orang-orang profesional, jadi kita lagi mempersiapkan siapa yang wong profesional. Lagi nyari-nyari orang yang pas untuk mengelola Sriwijaya FC kedepan,” ungkap Hendriansyah.

Berdasarkan info yang kami himpun dilapangan, kami mendapatkan informasi bahwa ada perusahaan Bomba Grup pada tanggal 7 Januari 2022 melayangkan daftar permintaan dokumen terkait keperluan legal due dilligence sehubungan dengan rencana pengambil alih klub sepakbola Sriwijaya FC, untuk dapat ditindaklanjuti.

Surat tersebut dilayangkan ke Faisal Mursyid selaku Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SIM) selaku pengelola klub bejuluk Laskar Wong Kito tersebut. 


Sekadar informasi Bomba Grup adalah perusahaan yang memiliki unit usaha coal, plantation, power plan, property yang fokus di wilayah Sumatera Selatan. Bomba Group milik Setiawan Ichlas alias Iwan Bomba, pengusaha muda kelahiran Palembang. 

“Kalau sudah ada pengelolanya, baru kita nyari pelatih, pemain menyesuaikan jadwal kapan Liga 2 Indonesia dimulai lagi. Intinya kita lagi konsolidasi manajemenlah. Itu yang ingin lagi dicari, siapa sih sebenarnya Iwan Bomba? Jadi, ya dia ada perusahan tambang,” kata Hendrianyah. 


Hendrianyah yang merupakan Direktur Marketing PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) memaparkan meski Bomba Group yang selama ini turut mensupport, namun untuk pengelolaan masih sebatas pembicaraan dengan manajemen Sriwijaya FC. 

“Kan mereka menjajaki dulu, sama halnya waktu Pak Hendri Zainuddin bertemu Atta Halilintar, bertemu siapa, tapi kan gak berhasil waktu itu, karena mungkin ada syarat-syarat juga yang mereka sampaikan. Nah sekarang ini kita lagi mencari siapa sebenarnya yang mampu untuk mengelola secara profesional,” sambungnya.

“Jadi jangan istilahnya mengandalkan proposal, sponsor. Kalau menurut Pak Gubernur itu kelas-kelas (panitia lomba) 17 Agustusan, sementara Sriwijaya FC ini bukan klub kecil. Gaungnya sudah ke mana-mana, jadi diuruslah secara profesional,” papar Hendrianyah. 

Hendriansyah yang juga menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan menjelaskan maksud arahan Gubernur itu tidak bisa kalau seperti selama ini masih mengandalkan Pemda atau mengandalkan sponsor-sponsor yang ada keterkaitannya dengan pemerintah.

“Maksud Pak Gubernur, coba dikelola seperti yang profesional betul, dia bisa hidup sendiri, nyari duit sendiri, punya marketing yang bagus, ada bisnis yang bisa dijalankan untuk membiayai. Itu yang kita terjemahkan dari keinginan Pak Gubernur,” jelasnya. 

Sekarang ini kata Hendrianyah, Sriwijaya FC lagi pendekatan, dengan siapa saja yang akan memegang Sriwijaya FC ini ke depan secara profesional. Diharapkan dalam waktu dekat ini sebelum Liga dimulai sudah ada pengelola profesional sesuai yang diharapkan. 

“Seperti jalinan dengan Atta Halilintar lalu, kira-kira begitu. Arahan Pak Gubernur, yang pertama kalau bisa yang pegang Sriwijaya FC itu tetap wong Sumsel, kedua homebasenya tetap berada di Palembang dan Sriwijaya FC itu tetap milik masyarakat Sumsel tidak boleh dipindahkan ke tempat lain,” harapnya.

“Silahkan dikelola oleh siapa saja, kalau bisa putra daerah itu pesan Pak Gubernur, jadi ada ikatan emosional dengan Sumsel-nya. Tapi tidak boleh memindahkan homebasenya dari Palembang umpamanya kalau kita jual dengan wong luar negeri, dipindahkannya ke Jakarta umpamanya begitu, itu memang ada syarat dari Pak Gubernur,” papar Hendrianyah. 


Hendrianyah mengatakan pihaknya tengah melaksanakan apa yang memenuhi keinginan Gubernur tadi. Syaratnya Sriwijaya FC tidak boleh pindah dari Palembang, kalau bisa putra daerah, tidak mengandalkan ada politisnya, lebih benar-benar profesional. 


“Yang jelas dua tahun ini kita belum berhasil itu fakta, ke depannya jangan tidak berhasil lagi, itu kata Pak Gubernur. Evaluasi beliau yang saya tangkap, ternyata pengelolaan SFC itu tidak dilakukan secara profesional,” sambungnya lagi.”

“Bahasanya seperti itu, bisa jadi kami-kami ini kategori yang profesional menurut beliau. Itu yang lagi kita usahakan ke depan. Siapakah orang yang akan mengelola secara profesional itu lagi dicari,” lanjutnya.

“Pada saatnya bahwa orang itu sudah ada, pasti diumumkan di publik. Harapannya orang yang mengelola Sriwijaya FC nanti bisa membawa Sriwijaya FC ke Liga 1 di Tahun 2023,” ujarnya.

“Kalau dia sanggup, punya modal akan membawa Sriwijaya FC ke Liga 1, tapi bawa Sriwijaya FC ke Lampung atau ke Jambi, itu gak cocok juga. Tetap harus di Palembang. Ketentuannya harus seperti itu. Kalau profesional harus dipegang oleh mereka sahamnya,” tegasnya.

“Karena itu wujud tanggungjawab, lalu harus pegang kendali sahamnya, kendali operasionalnya, tetapi Gubernur tetapkan target dan syarat-syarat. Targetnya Liga 1 dan syarat-syaratnya tetap di Palembang, dikelola oleh putra daerah,” pungkasnya.

○○○○

Sumber : sripoku.com

Pict : 📷 @sriwijayafc.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *