Bombastikkabausirah.com – Tumpulnya lini depan Semen Padang FC sempat mencuat dan menjadi perhatian dan bahasan publik. Karl Max Barthelemy yang digadang-gadang menjadi suksesor Edward Wilson, hingga saat ini, belum menancapkan tajinya.

Menurut Pelatih kepala Semen Padang FC Syafrianto Rusli, KM Barthelemy masih butuh waktu untuk beradaptasi karena ini musim pertamanya bermain di Liga Indonesia.

“Dia (KM Barthelemy) masih butuh waktu, ini musim pertamanya di Indonesia. Saya percaya, jika dia mencetak gol maka dia akan terus mencetak gol. Ini hanya soal waktu saja kami minta suporter bersabar,” ujar pelatih yang berhasil membawa Semen Padang FC kembali promosi ke Liga 1 tahun ini.

Tiga pertandingan Shopee Liga 1 Indonesia 2019 telah berlalu, Semen Padang FC memperoleh satu kali kekalahan dan dua kali imbang. Kalah 0-1 dilaga perdana saat melawat ke PSM Makassar. Sedangkan dua laga imbang terjadi saat melawan PSS Sleman 1-1 di Sleman dan Persib Bandung 0-0 di Padang.

Sejauh ini tim berjuluk Kabau Sirah tersebut baru mencetak satu gol dan itu pun bukan dari penyerang melainkan dihasilkan dari pemain lini tengah yakni dicetak oleh gelandang muda Rosad Setiawan.

Selain lini depan, ada satu hal yang sepertinya luput dari perhatian pelatih Syafrianto Rusli yaitu eksekutor dan kreasi tendangan bebas.

Dengan tipikal strategi serangan balik yang diterapkan Syafrianto Rusli saat ini, membuat para pemain Semen Padang FC sangat sering dilanggar oleh lawan, hal ini menghasilkan banyak tendangan bebas.

Terakhir saat melawan Persib Bandung di Stadion Gor H. Agus Salim, Padang, tak kurang dari enam kali Semen Padang FC mendapatkan tendangan bebas di area yang cukup ideal. Namun karena tak adanya kreasi dan eksekutor handal pasca cideranya Nildo Victor Juffo, membuat peluang dari tendangan bebas terbuang sia-sia.

Hal ini sangat perlu di perhatikan oleh pelatih Syafrianto Rusli, sebab bola mati bisa menjadi pilihan alternatif bagi tim kebanggaan Ranah Minang tersebut untuk membobol gawang lawan ditengah paceklik gol dan kesulitan mencetak gol dari open play.