Bombastikkabausirah.com – Rabu (26/05/2021)

Tidak hadirnya Elkan Baggott, bek Ipswich Town, bergabung bersama rekan-rekannya Timnas Indonesia yang tengah melakukan Trainning Camp (TC) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) menimbulkan polemik panjang dan berbagai asumsi.

Batalnya Piala Dunia U-20 2021, tertutupnya peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia Qatar 2022 membuat banyak orang menilai seolah-olah Elkan Baggott sudah enggan berseragam jersey berlambang Garuda didada. Hal ini menyebabkan PSSI menganalisa bahwa Elkan Baggott akan pindah warga negara, menjadi warga negara Thailand.

Pelatih Timnas Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebelumnya memanggil lima pemain yang bermain diluar negeri termasuk Elkan Baggott untuk bergabung bersama Timnas Indonesia yang akan menjalani lima laga selama di UEA.

Yang mana selama disana, dengan total kekuatan 28 pemain, Skuad Garuda akan melakoni dua laga ujicoba melawan Afganistan (25/5) dan Oman (29/5). Lalu tiga laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 berturut-turut melawan Thailand (3/6), Vietnam (7/6) dan UEA (11/6).

PSSI sudah membelikan tiket pesawat dari Inggris ke UEA untuk bek jangkung tersebut. Klubnya Ipswich Town, telah mengkonfirmasi akan melepas Elkan Baggott untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Namun ternyata bek berusia 18 tahun itu memilih untuk tidak hadir bersama Timnas Indonesia di Dubai, UEA. Alasannya kota tempat Timnas Indonesia TC masih zona merah pandemi COVID-19.

Alasannya ia takut nantinya sepulang dari sana harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Karena klubnya Ipswich Town telah memulai persiapan untuk menyambut musim yang baru pada awal Juni 2021.

Penolakan dari Elkan Baggott telah membuat banyak pihak yang kecewa, termasuk PSSI. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sampai bertanya kepada sang pemain, apakah ia masih bersedia memperkuat Timnas Indonesia atau tidak.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meminta Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, untuk menanyakan hal tersebut kepada Elkan Baggott via pesan WhatsApp. Namun dari pesan itu, Elkan Baggott menjawab bahwa ia masih ingin membela Timnas Indonesia.

Akan tetapi akibat penolakan tersebut mengundang analisa bagi Mochamad Iriawan sendiri. Ia menilai bisa saja Elkan Baggott sudah tidak mau memperkuat Timnas Indonesia. Sebab Elkan Baggott masih berpeluang untuk memperkuat tim nasional lain termasuk Thailand, karena Elkan Baggott lahir di Bangkok.

Walaupun ia tidak mempunyai darah Thailand karena orang tuanya berasal dari Inggris dan Indonesia, peluang Elkan Baggott untuk membela Timnas Gajah Putih tersebut masih terbuka lebar. Sebab ia sama sekali belum pernah melakukan debut bersama Timnas Senior Indonesia.

Sementara selama ini ia hanya melakukan laga ujicoba bersama Timnas Indonesia U-19. Dan pertandingan itupun tidak masuk ke agenda resmi FIFA, hal yang berbeda tentunya jika ia tampil di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022.

“Itu yang saya analisa kemarin. Ketika Elkan Baggott pindah ke Thailand, tentu saja kami tidak bisa menggunakan jasanya di Timnas Indonesia. WhatsApp Indra Sjafri masih ada dan nanti akan saya share,” kata Mochamad Iriawan kepada awak media dikantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/5).

Untung saja prediksi Ketua Umum PSSI tersebut meleset. Ternyata Elkan Baggott tidak pindah ke Timnas Thailand, ia masih ingin membela Timnas Indonesia, tetapi bukan untuk saat ini.

“Saya tanya, kamu masih mau bela Timnas Indonesia atau tidak? Dia bilang tetap akan memilih membela Timnas Indonesia. Hanya mohon maaf sekarang tidak bisa datang karena alasannya tidak diizinkan klub,” ucap Mochamad Iriawan.

Mochamad Iriawan sampai heran dengan sikap Elkan Baggott. Sebab dulu, kata Ketua Umum PSSI tersebut Elkan Baggott sendiri yang sangat menginginkan bermain untuk Timnas Indonesia.

Sebagai ganti Elkan Baggott yang urung hadir di Dubai, UEA, PSSI memanggil dua pemain sekaligus. Mereka adalah bek Persebaya Surabaya, Arif Satria dan gelandang Tira Persikabo, Didik Wahyu.

○○○○

Tim bombastikkabausirah.com

Pict : 📷 google.com