Bombastikkabausirah.com – (Rabu, 04/11/2020)

Klub Liga 2 Indonesia yang bermarkas di Sumatera Selatan, yakni Sriwijaya FC dan Muba Babel United, mengalami kerugian setelah Liga 2 Indonesia 2020 ditunda hingga 2021.

Sriwijaya FC dan Muba Babel United merugi dalam hal finansial hingga mencapai miliaran rupiah akibat penundaan Liga 2.

Kerugian besar ini tentu sangat disayangkan manajemen Sriwijaya FC dan Muba Babel United.

Sebelumnya, PSSI memutuskan menghentikan pagelaran Liga 1 dan Liga 2 2020 sampai November mendatang.

Alasannya karena PSSI tidak mendapatkan izin keramaian dari pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) lantaran Covid-19 masih tinggi di Tanah Air.

Namun, lagi-lagi PSSI mengeluarkan keputusan baru, menyerahkan Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 hingga Februari 2021.

“Kerugian klub kita cukup besar akibat kegagalan kompetisi, lebih kurang Rp6 miliar,” ucap Hendri Zainuddin, Manajer Sriwijaya FC, yang dikutip dari laman RRI Rabu, 4 November 2020.

Menurutnya, uang tersebut dipakai untuk biaya merekrut pemain, tanggungan akomodasi dan lain-lain.

Termasuk juga dana untuk membayar uang muka (DP) pemain.

“Kerugian meningkat sejak kita pertama kali menyiapkan tim pada awal Januari 2020. Demi keselamatan, dan kesehatan kita terima keputusan dari PSSI,” tutur Hendri.

“Kita berharap dan selalu berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga kompetisi digelar awal tahun nanti,” sambung Hendri .

Sementara Muba Babel United juga mengalami kerugian besar dengan kompetisi yang ditunda ini.

Manajer MBU Achmad Haris mengatakan, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp5 miliar selama melakukan persiapan di Bumi Serasan Sekate tersebut.

“Memang benar penundaan ini semua kena imbasnya. Baik durasi kontrak pemain. Untuk kerugian nominalnya sekitar Rp.5 miliar, termasuk bayar katering, penginapan pemain, uji coba dan lain-lain,” ujar pria yang sempat mengurus Sriwijaya FC tersebut.

○○○○

Sumber : jurnalsumsel.com

Pict : 📷 google.com