Bombastikkabausirah.com

Semen Padang FC menuai kritikan usai menjamu Persib Bandung pada pekan ketiga Shopee Liga 1 2019, Rabu (29/5). Markas dari Kabau Sirah dinilai oleh sebagian orang tidak layak. Menanggapi hal ini, CEO Semen Padang FC, Rinold Thamrin buka suara.

Dilansir dari Indosport.com, Rinold menuturkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan biaya untuk perbaikan di Stadion Gor H. Agus Salim (GHAS), walaupun stadion kebanggaan Ranah Minang ini bukanlah milik Semen Padang FC seutuhnya, melainkan milik Pemerintah Kota (pemkot).

“Posisi kita dilematis. Sebagai pengguna stadion seharusnya kewajiban kita hanya membayar sewa. Tanggung jawab perbaikan dan renovasi tentu saja berada di tangan owner. Kondisi dari tahun ke tahun, Semen Padang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan lapangan dan fasilitas stadion yang lain dan tidak bisa dikompesasi dengan sewa stadion,” papar Rinold.

Tentu saja hal ini dinilai merugikan sebelah pihak, mengingat pada umumnya Stadion merupakan salah satu lumbung pemasukan untuk sebuah klub sepak bola.

Dengan kondisi seperti ini, para pendukung Semen Padang FC turut merasakan imbasnya. Seperti yang dikutip dari laman resminya, Rinold menuturkan besarnya biaya perbaikan stadion menjadi salah satu alasan mengapa tiket pertandingan musim ini naik.

“Tingginya biaya operasional tim, juga harga tiket pesawat yang tinggi ditambah lagi pengeluaran pembenahan stadion yang cukup besar, membuat kita mengambil keputusan ini,” kata Rinold.

Ketika ditanyai perihal keinginan membangun stadion sendiri. Rinold mengatakan bahwa Semen Padang untuk saat ini belum siap untuk menuju ke arah sana. Banyaknya pertimbangan, seperti investasi yang cukup besar, menjadi penghambatnya.

“Kami belum siap untuk membangun stadion baru mengingat investasinya cukup besar,” ucapnya.

Seperti yang sudah diketahui, Stadion H. Agus Salim merupakan salah satu stadion yang diberikan perhatian khusus oleh PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) karena belum sesuai dengan regulasi Liga 1.

Sumber : indosport.com