Dalam rangka menindaklanjuti pernyataan PT. Liga Indonesia Baru bahwa Stadion Gor H. Agus Salim (GHAS) sangat tidak layak untuk menggelar pertandingan selevel Liga 1.

Menanggapi hal ini, mau tidak mau, jika masih ingin berkandang di GHAS, manajemen tim Kabau Sirah harus bergerak cepat. Langkah yang di ambil adalah dengan mendatangkan konsultan PT. Lestarindo Soccer Field untuk melihat dan mengecek kondisi GHAS, hasilnya stadion kebanggan Ranah Minang itu harus di renovasi total.

Tak hanya sampai di situ pihak Semen Padang juga berkoordinasi dengan pemerintah kota Padang. Renovasi mulai di lakukan Rabu (6/2) dan perbaikan ini akan memakan waktu beberpa pekan.

Manajer Semen Padang FC, Win Bernadino membenarkan, perbaikan di lakukan sebagai upaya mengindari Semen Padang FC bermain di luar kandang atau stadion lain pada kompetisi 2019 ini.

“Kita memang tengah melakukan perbaikan stadion. Beberapa aspek yang menjadi fokus kita, seperti perbaikan rumput lapangan, menjadikan lapangan sesuai standar dan pengecatan di beberapa tempat seperti tribun penonton.” Ungkap Win kemarin. Ia menambahkan untuk tahap awal renovasi di lakukan pembongkaran beberapa titik lapangan yang di anggap perlu penanaman rumput ulang.

“Harapan kita nantinya akan sama seperti lapangan latihan kita. Setelah itu dilakukan pemupukan ulang secara berkala dan perawatan. Itu sudah kita terapkan dalam perawatan lapangam latihan kita.” Tambahnya.

“Selain itu kita juga melakukan pengecatan di tribun penonton, terutama tribun terbuka. Dengan ini kita berharap, sebelum tahap verifikasi stadion sudah selesai direnovasi. Untuk penglolaan stadion dalam hal ini, Pemko dan Dispora Padang kita berharap bisa mendukung Semen Padang FC agar tidak menjadi tim musafir pada kompetisi tahun ini. Kerjasama kedua belah pihak tentu sangat dibutuhkan.” Pungkas manajer Semen Padang itu.