Bombastikkabausirah.com – Jumat (28/05/2021)

Dilansir dari goal.com, meski kompetisi sepakbola nasional belum mendapatkan izin yang pasti, karena izin keramaian dari pihak kepolisian kembali tertunda dari rencana semula akan diterbitkan, Kamis 27 Mei 2021, namun sebelumnya PSSI telah membuat keputusan yang sangat penting.

PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia telah mengumumkan bahwa kompetisi musim 2021 akan tetap diberlakukan promosi dan degradasi. Hal ini diumumkan oleh PSSI pada Rabu (26/5) malam yang lalu.

Sebelumnya masalah kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tanpa degradasi menjadi sorotan dan ramai dibicarakan, sebagaimana banyak klub yang mengajukan hal tersebut kepada PSSI, dengan alasan pandemi virus corona.

Komite Eksekutif (Exco) PSSI sempat menerima usulan tersebut meski belum memastikan bahwa hal ini bisa diterapkan. Namun akhirnya, federasi mengambil langkah tegas bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 harus tetap memberlakukan degradasi.

Bukan sembarangan, PSSI menetapkan keputusan tersebut, mereka telah melakukan koordinasi dengan AFC sebagai konfederasi sepakbola Asia, dan juga FIFA, yang merupakan induk federasi sepakbola seluruh dunia.

“Dalam diskusi dengan semua Exco PSSI, akhirnya kami (PSSI) memutuskan Liga 1 dan 2 musim kompetisi 2021-2022 tetap ada promosi dan degradasi,” ujar Mochamad Iriawan, ketua umum PSSI, melalui rilis resminya.

“Sekjen (sekretaris jenderal) telah saya perintahkan untuk membalas surat-surat permohonan dari klub-klub Liga 1 dan 2 yang berisi permohonan kompetisi tanpa degradasi, dengan isi surat menjelaskan hasil diskusi ketat Exco PSSI dan konsultasi dengan FIFA dan AFC. Keputusan PSSI ini sudah final,” tegas pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Awalnya banyak yang mengatakan bahwa keputusan terkait degradasi akan dibahas di Kongres PSSI pada 29 Mei nanti. Namun, PSSI akhirnya mengambil langkah awal bahwa tidak ada perubahan terhadap sistem kompetisi.

Banyak klub yang memang mengajukan supaya kompetisi musim ini tidak diberlakukan degradasi, seperti yang dinyatakan oleh Exco beberapa waktu lalu. Namun, tidak sedikit juga deretan klub yang berani menegakkan marwah dari kompetisi tersebut.

Dari Liga 1, mereka yang sempat menyatakan ingin kompetisi ada degradasi adalah Persib Bandung, Borneo FC, hingga Madura United. Sementara dari Liga 2, ada Sulut United, PSIM Yogyakarta, Sriwijaya FC hingga Semen Padang FC.

Liga 1 dan Liga 2 sendiri direncanakan mulai pada Juli mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk pertandingan yang digelar tanpa suporter. Liga 1 akan disentralisasikan di Pulau Jawa, sementara Liga 2 dibagi dengan sistem grup, terpusat di beberapa daerah.

Mendapati keputusan PSSI yang menyatakan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tidak ada perubahan, tetap memakai sistem promosi dan degradasi, pihak Semen Padang FC yang dari awal menginginkan diterapkannya sistem promosi dan degradasi ini, langsung mengapresiasi keputusan PSSI melalui Direktur Operasional sekaligus Manager tim, Effendi Syahputra.

“Kita bersyukur akhirnya ini disetujui PSSI dan kompetisi (akan) berjalan normal kembali, tentu akan lebih menarik dengan sistem kompetisi normal begini. Kita apresiasi PSSI berjalan dengan koridor sepakbolanya bukan atas tekanan klub-klub anggotanya,” ujar Effendi Syahputra yang dirilis Instagram resmi Semen Padang FC, @semenpadangfcid.

○○○○

Tim bombastikkabausirah.com

Pict : 📷 @semenpadangfcid