Walau Pernah Di Kecewakan Edward Wilson Junior, Semen Padang FC Tetap Berniat Baik Kepadanya

Ya, bagaimana tidak, di saat fans atau pecinta tim Kabau Sirah sedang menggandrunginya, ia malah pindah ke Liga Malaysia bersama Felda United. Nilai kontrak yang lebih tinggi ditambah kisruh sepakbola tanah air membuatnya pindah ke Negara tetangga.

Sebenarnya di sanalah awal kehancuran dari kecemerlangan karirnya. Ia tampil tak segarang atau setajam saat membela Semen Padang FC, yang dibawanya promosi ke ISL kala itu. Lalu di musim pertamanya di ISL, tim urang awak dibawa finish di posisi 4 besar klasemen musim 2010/2011

Lalu Liga Indonesia terpecah, Liga yang resmi berubah menjadi Indonesia Premier Laegue (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) malah menjadi liga tandingan waktu itu.

Tim Semen Padang FC dibawa Edward Wilson Junior menjadi juara IPL 2011/2012. Bahkan ia sukses mencatatkan dirinya sebagai top skor alias pencetak gol terbanyak IPL.

Tak hanya sampai disitu, di kejuaraan AFC Cup, Semen Padang pun dibawa terbang tinggi. Lolos hingga perempat final AFC Cup 2013, capaian itu merupakan prestasi tertinggi Semen Padang FC di tingkat Asia. Total 108 pertandingan ia tampil membela Semen Padang FC di semua ajang dengan torehan 80 gol. Hingga saat ini Semen Padang FC belum pernah mendapatkan striker setajam ini. Hal itu pun di akui fans Kabau Sirah dari berbagai kalangan.

Nah, penampilan secemerlang ini tak sanggup ia ukir kembali bersama Felda United, Malaysia. Tak bertahan lama, kontraknya pun di putus pihak Felda United.

Selepas dari Malaysia ia sempat memperkuat Persipura Jayapura, namun ia tak menjadi pilihan reguler disana. Ia lebih sering duduk di bangku cadangan. Tak lama akhirnya Edward Wilson Junior juga dilepas Persipura. Selepas dari sini nasibnya kian tak menentu.

Walau dikecewakan Edward Wilson Junior, hasrat Semen Padang untuk merekrutnya kembali tak pernah pudar. Bukan hanya sekali, tapi berkali- kali. Seolah ingin mengulang sukses yang pernah sama-sama diukir.

Upaya Pertama

Pertama saat pergelaran Piala Jenderal Soedirman tahun 2015. Semen Padang FC berupaya keras mendatangkan striker asal Liberia tersebut, namun upaya upaya Semen Padang FC menemui jalan berliku bahkan buntu. Hal ini dikarenakan proses mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) sangat sulit, karena Edward Wilson sudah meninggalkan Indonesia lebih dari setahun. Hal itu pernah di jelaskan Asdian yang kala itu menjabat sebagai direktur teknik Semen Padang FC.

Upaya Kedua

Kedua adalah saat tim kebanggaan Urang Awak harus terdegradasi dari Liga 1 tahun 2017. Ketika tim Semen Padang FC dalam persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 tahun 2018, lini depan didapati kurang memuaskan tim pelatih kala itu. Sehingga Edward Wilson Junior menjadi opsi bagi solusi lini depan Semen Padang.

Namun terkendala, karena aturan Liga 2 tidak memperbolehkan bagi tim pesertanya menggunakan pemain asing. Naturalisasi adalah opsi terakhir bagi tim Kabau Sirah jika masih ingin menggunakan jasa bekas pemain timnas Liberia ini.

Berbagai upaya dilakukan agar statusnya berubah menjadi WNI, namun banyak kendala yang dihadapi. Syarat-syarat utama gagal di penuhi Edward Wilson Junior seperti, tinggal lima tahun berturut-turut di Indonesia, Edwar Wilson Junior hanya empat tahun berturut-turut karena pindah ke Malaysia.

Berikutnya pernah tinggal sepuluh tahun tidak berturut-turut pun tak sanggup di penuhinya. Terakhir jika kedua syarat di atas gagal di penuhi, masih ada satu pilihan lagi yaitu memiliki isteri WNI. Syarat ini pun tak terpenuhi.

Segala upaya telah lakukan, tapi tetap saja menemui jalan buntu. Hal ini pernah di sampaikan Win Bernadino selaku manajer Semen Padang FC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *