Bombastikkabausirah.com – (Jumat, 12/03/2021)

Ketua Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), Yeyen Tumena, menegaskan turnamen pramusim Piala Menpora 2021 harus terlaksana. Mantan pemain Timnas Indonesia itu bahkan meminta publik tidak mendengarkan pihak yang tak ingin Piala Menpora digelar dengan alasan pandemi.

“Piala Menpora tetap sesuai dengan jadwal dan akan berlangsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi abaikan saja mereka yang tidak menginginkan sepakbola Indonesia maju,” kata Yeyen sebagaimana dipetik dari laman resmi PSSI, Rabu (10/3).

“Bagi kami, sepakbola jauh lebih dari itu (pertandingan). Sepakbola adalah kehidupan dan harapan. Pandemi COVID-19 terlalu lama merusak kehidupan insan sepakbola Indonesia. Namun, riak kehidupan dan harapan itu muncul lagi lewat Piala Menpora,” masih dari kutipan laman PSSI.

Piala Menpora yang akan mulai digelar pada 21 Maret 2021 sedianya diikuti oleh 18 klub Liga 1 Indonesia yang terbagi dalam empat grup. Namun, akhirnya hanya diikuti oleh 17 klub karena tim asal Papua, Persipura Jayapura, mengundurkan diri karena belum mengumpulkan tim selepas pembubaran pada Januari lalu.

Piala Menpora akan menandai bergulirnya kompetisi sepakbola nasional yang terhenti sejak Maret 2020 karena pandemi. Turnamen akan diselenggarakan di empat kota, yakni Solo, Malang, Bandung, dan Sleman.

Stadion Manahan di Solo untuk grup A, Stadion Kanjuruhan di Malang untuk grup B, Stadion Si Jalak Harupat di Bandung untuk grup C), dan Stadion Maguwoharjo di Sleman untuk Grup D.

Senada dengan Yeyen, Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia, Ignatius Indro, meminta masyarakat tidak khawatir dengan Piala Menpora. Ignatius mencontohkan dua pertandingan uji coba Timnas Indonesia U-23 di Stadion Madya, Jakarta, pekan lalu, yang sukses digelar tanpa penonton dan protokol kesehatan ketat.

“Kita jangan paranoid dengan penyelenggaraan turnamen sepakbola seperti Piala Menpora. Karena penyelenggaraan lebih banyak manfaatnya. Tentu dengan protokol kesehatan ketat,” kata Ignatius.

“Ini sudah terbukti dengan saat uji coba Timnas, suporter kita sudah dewasa, tinggal bagaimana sosialisasi protokol kesehatan maka suporter akan berusaha menjalankannya. Banyaknya negara-negara yang telah menyelenggarakan kompetisi juga telah membuktikan sepakbola tidak menimbulkan kluster baru COVID-19,” tegasnya.

○○○○

Sumber : pssi

Pict : 📷 @yeyen_tumena