Rekam Jejak Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia: Pernah Juara Bersama pada Edisi 1961

Timnas Indonesia U-20 berpeluang memperbaiki catatan prestasinya di Piala Asia U-20. Skuad Garuda Muda pernah mengukir prestasi membanggakan ketika mengangkat trofi lebih dari enam dekade yang lalu.

Kini, Timnas Indonesia U-20 memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Menurut jadwal, Piala Asia U-20 2027 akan berlangsung di China pada 24 Maret hingga 10 April 2027.

Skuad Garuda Muda berhasil lolos ke putaran final setelah merebut puncak klasemen Grup H pada babak kualifikasi. Dari tiga pertandingan, anak asuh Nova Arianto itu meraup tujuh poin setelah menumbangkan Australia dengan skor 2-0, Laos 3-0, dan bermain imbang 0-0 kontra Malaysia.

Lantas, bagaimana rekam jejak Timnas Indonesia U-20 sepanjang sejarah partisipasinya di Piala Asia U-20? Seperti apa prestasi dan pencapaian yang telah diukir skuad Garuda Muda di ajang ini?

Berikut ulasannya.

Partisipasi Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia

Piala Asia U-20 2027 mendatang bakal menjadi partisipasi ke-21 Timnas Indonesia U-20 sejak pertama kali edisi ini bergulir pada 1959.

Namun, pada edisi perdana, skuad Garuda Muda masih absen. Indonesia baru tampil pada edisi 1960.

Sepanjang sejarah kejuaraan ini, Timnas Indonesia U-20 memang memperlihatkan partisipasi yang tidak selalu konsisten. Ada beberapa momen ketika skuad Garuda Muda absen, termasuk karena gagal lolos dari babak kualifikasi.

Catatan skuad Garuda Muda mulai membaik pada edisi 2014. Sejak saat itu, Indonesia mulai rutin lolos ke putaran final. Meski demikian, Indonesia sempat absen pada edisi 2016 karena sanksi FIFA dan pada 2020 ketika kejuaraan ini batal terselenggara akibat pandemi COVID-19.

Pernah Meraih Gelar Juara

Dari total 21 partisipasi tersebut, Timnas Indonesia U-20 tercatat pernah meraih gelar juara pada edisi 1961, tepatnya pada Piala Asia U-20 edisi ketiga.

Saat itu, ajang tersebut digelar di Bangkok, Thailand, pada 10-20 April 1961. Namun, perlu dicatat bahwa format kejuaraan ketika itu jauh berbeda dengan yang digunakan saat ini.

Piala Asia U-20 1961 hanya diikuti 10 kontestan yang terbagi ke dalam dua grup. Indonesia berhasil memuncaki Grup A setelah bersaing melawan Vietnam Selatan, Korea Selatan, Singapura, dan Jepang.

Menariknya, masing-masing juara grup langsung berjumpa di partai final. Garuda Muda ketika itu bertemu Burma, yang sekarang dikenal sebagai Myanmar.

Pertandingan tersebut berakhir imbang tanpa gol hingga babak tambahan waktu. Hasil itu membuat Indonesia dan Burma dinobatkan sebagai juara bersama.

Prestasi dalam Beberapa Edisi Terakhir

Dalam beberapa edisi terakhir, Timnas Indonesia U-20 terhitung cukup kesulitan untuk bersaing di Piala Asia U-20.

Dari lima partisipasi terakhir, misalnya, pencapaian Garuda Muda hanya mentok di babak perempat final, yakni ketika menjadi tuan rumah pada edisi 2018.

Sementara itu, pada edisi 2004 dan 2006, skuad Garuda Muda menjadi juru kunci di fase grup karena selalu menelan kekalahan.

Adapun pada edisi 2023 dan 2025, Garuda Muda juga gagal lolos ke putaran final karena kalah bersaing pada babak kualifikasi.

Tantangan Nova Arianto di Piala Asia U-20 2027

Nova Arianto tentu memiliki pekerjaan yang tidak mudah untuk mempersiapkan anak asuhnya agar bisa berbicara banyak di Piala Asia U-20 2027.

Pasalnya, Timnas Indonesia U-20 tergabung di Pot 3 dan bakal bermain satu grup dengan tim-tim kuat dari Pot 1 dan Pot 2.

Dengan persiapan yang maksimal, Garuda Muda diharapkan mampu memberikan kejutan sekaligus memperbaiki pencapaian mereka pada ajang Piala Asia U-20 2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *