Pemerintah Kota Kediri memenuhi janjinya untuk memperbaiki pagar pembatas penonton di Stadion Brawijaya. Pekerjaan dimulai dari area pagar tribun ekonomi sektor C dan D yang mengalami kerusakan cukup parah saat laga perdana BRI Super League 2026/2027. Pada pertandingan kandang antara Persik melawan Dewa United sebelumnya, aksi penonton yang saling berdesakan menyebabkan pagar tersebut ambruk. Insiden ini menjadi perbincangan hangat di dunia maya, di mana mayoritas warganet memberikan komentar negatif dan mengkritik fasilitas di Stadion Brawijaya. Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Kediri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Hermawan, menyampaikan bahwa pengerjaan telah dimulai pada Selasa (8/9/2026). Namun, pengerjaan pagar baru dilakukan secara bertahap. Pihak Pemkot Kediri telah mendatangkan material untuk pembuatan pagar baru tersebut, dengan target penggantian pagar tribun C dan D selesai sebelum Persik kembali menjalani laga kandang menghadapi Madura pada 9 Oktober mendatang. “Kami fokus pada bagian yang rusak kemarin. Kami mencoba menghitung estimasi waktunya agar bisa selesai sebelum Persik kembali bermain di kandang,” kata Hermawan. Menurutnya, penggantian pagar tidak hanya dilakukan pada titik yang rusak saja. Mengingat kondisi pagar yang sudah sangat usang, seluruh pagar akan diganti dengan spesifikasi yang lebih baik. Sejak Stadion Brawijaya direnovasi total pada tahun 2003, baru kali ini penggantian pagar dilakukan secara menyeluruh. Target penggantian pagar secara keseluruhan diperkirakan selesai pada pertengahan Desember 2026. Demi keamanan dan kenyamanan jalannya pertandingan, Pemkot Kediri akan menambah tinggi pagar dari sebelumnya sekitar dua meter menjadi tiga meter. Ukuran besi juga diperbesar dari 6 mm menjadi 12 mm. “Pagar akan diganti secara menyeluruh, tetapi pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Kami selesaikan bagian ini dulu (tribun C dan D), setelah itu dilanjutkan ke bagian sisi lainnya,” jelasnya. Hermawan menyebut pengerjaan bertahap ini dilakukan agar aktivitas dan agenda pertandingan Persik tetap dapat berjalan. Karena itu, pihaknya tidak membongkar seluruh pagar Stadion Brawijaya secara bersamaan. “Pertama-tama, kami perbaiki fungsinya terlebih dahulu. Tidak kami buka semua sekaligus. Kami selesaikan bagian ini, kami pasang, kemudian lanjut ke bagian berikutnya,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, proses perbaikan Stadion Brawijaya ini melibatkan sinergi antara Pemkot Kediri dan Persik. Perawatan lapangan dan penggantian pagar ditangani oleh Pemkot Kediri, sedangkan penyediaan *single seat* menjadi tanggung jawab manajemen Persik.
