Legenda MU Kritik Senne Lammens: Tak Setara dengan Kiper Hebat The Red Devils

Senne Lammens kembali menjadi sorotan setelah masalah di bawah mistar gawang Manchester United (MU) menjadi bahan pembicaraan. Mantan pelatih tim utama Setan Merah, René Meulensteen, menilai sang kiper belum memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi penjaga gawang utama klub. Sorotan ini muncul setelah MU hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Everton. Kiper asal Belgia tersebut dinilai melakukan kesalahan saat terjadinya gol pertama The Toffees dan kembali mendapat kritik karena gagal mengantisipasi gol penyeimbang dari Ainsley Maitland-Niles pada masa tambahan waktu.

Meulensteen, yang pernah menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson, bahkan menilai MU perlu kembali masuk ke pasar transfer untuk mencari kiper dengan kualitas lebih tinggi. Menurutnya, Setan Merah membutuhkan sosok dengan level yang mendekati David De Gea, Peter Schmeichel, atau Edwin van der Sar. Perdebatan mengenai posisi kiper MU sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, dan Meulensteen menjadi salah satu pihak yang tidak sepenuhnya yakin bahwa Lammens adalah solusi jangka panjang bagi klub.

Ia mengakui bahwa Lammens telah menunjukkan sejumlah penampilan bagus sejak bergabung dengan MU. Namun, beberapa kesalahan krusial membuat Meulensteen mempertanyakan apakah kiper berusia 24 tahun tersebut benar-benar memiliki kualitas untuk mengawal gawang klub sebesar MU. “Sudah cukup lama ada perdebatan mengenai apakah Lammens harus menjadi nomor satu ke depannya. Secara pribadi, saya akan mencari kiper lain,” ujar Meulensteen.

Meulensteen juga mengungkit kesalahan Lammens saat memperkuat Belgia di Piala Dunia 2026. Kesalahan itu disebutnya memiliki kemiripan dengan sejumlah blunder yang pernah dilakukan De Gea ketika masih membela MU. “Dia melakukan kesalahan besar di Piala Dunia bersama Belgia yang pada akhirnya menyebabkan kekalahan mereka dari Spanyol. Itu mirip dengan beberapa kesalahan yang pernah dilakukan David De Gea,” katanya.

Meski memberikan catatan positif terhadap penampilan Lammens sejauh ini, Meulensteen menegaskan bahwa sang kiper belum berada pada level penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki MU. “Untungnya, kami belum melihat sesuatu yang fatal di MU dan dia sudah tampil cukup baik sejak datang. Namun, dia tidak berada pada kaliber yang sama dengan kiper yang pernah dimiliki MU, seperti Schmeichel, Van der Sar, atau De Gea,” tegas Meulensteen.

Menurutnya, kualitas penjaga gawang merupakan salah satu faktor penting jika sebuah klub ingin benar-benar bersaing memperebutkan gelar Premier League. MU memang memiliki tradisi panjang dengan kiper-kiper kelas dunia. Schmeichel menjadi salah satu figur penting dalam era kejayaan Ferguson, sementara Van der Sar dan De Gea juga pernah menjadi bagian krusial dari kesuksesan klub. “Tim mana pun yang benar-benar ingin menantang gelar juara membutuhkan kiper kelas atas,” ujar Meulensteen.

Meulensteen sebenarnya memiliki satu nama yang menurutnya bisa menjadi solusi ideal bagi MU. Ia sempat menyebut Emiliano Martinez sebagai kiper yang cocok, tetapi pemain asal Argentina itu sudah lebih dulu bergabung dengan Chelsea setelah meninggalkan Aston Villa. Meulensteen kemudian mengarahkan perhatian MU kepada kiper Timnas Spanyol, Unai Simon. Menurutnya, kualitas Simon terlihat dari persaingannya dengan David Raya di Timnas Spanyol. Raya tampil impresif bersama Arsenal, tetapi masih harus bersaing untuk mendapatkan posisi utama di level internasional.

“MU membutuhkan kiper dengan level seperti itu. Lihat David Raya di Arsenal yang tampil sangat baik sejak bergabung dengan mereka. Dia bahkan tidak bisa masuk tim Spanyol karena ada Unai Simon. Dia adalah tipe kiper yang dibutuhkan MU,” kata Meulensteen.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi rekomendasi transfer yang cukup jelas. Meulensteen menilai MU membutuhkan kiper yang mampu memberikan rasa aman sekaligus memiliki pengalaman di level tertinggi. Meski mengkritik Lammens, Meulensteen tidak sepenuhnya menyalahkan sang kiper atas persoalan defensif MU. Ia menilai lini belakang Setan Merah secara keseluruhan masih terlalu mudah ditembus. Michael Carrick dianggap memiliki pekerjaan rumah besar untuk menemukan kombinasi yang konsisten.

“Saya masih berpikir mereka rentan di belakang dan itu adalah salah satu hal yang harus segera dibenahi Michael. Menemukan pasangan bek tengah yang cocok dan mendapatkan konsistensi di lini belakang akan menjadi kunci,” ujar Meulensteen.

Harry Maguire disebut telah mengakhiri musim lalu dengan performa bagus. Namun, menurut Meulensteen, pemain Inggris itu membutuhkan partner yang mampu memberikan keseimbangan di jantung pertahanan. MU sebenarnya memiliki banyak pilihan di posisi itu, mulai dari Lisandro Martinez, Leny Yoro, Ayden Heaven, hingga Luke Shaw yang juga bisa dimainkan sebagai bek tengah. Masalahnya, terlalu banyak perubahan kombinasi justru membuat pertahanan MU sulit menemukan stabilitas.

“Harry Maguire menjalani akhir musim lalu dengan baik, tetapi dia membutuhkan bek tengah yang bisa melengkapinya. Mereka punya banyak pilihan, tetapi masalahnya adalah inkonsistensi di lini belakang yang harus segera diselesaikan,” tutup Meulensteen. Dengan demikian, pekerjaan Carrick bukan hanya menentukan siapa yang berdiri di bawah mistar. MU juga perlu menemukan kombinasi lini belakang yang solid jika ingin mengubah ambisi bersaing di papan atas menjadi kenyataan. (Daily Star)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *