Enam tim meraih kemenangan pada pekan pertama. Prestasi ini berkat persiapan yang mereka lakukan sejak dini sebelum mengarungi kompetisi musim ini. Arema FC, Persija, Persib, Bali United, Dewa United, dan Madura United tampil dominan. Dari antara klub-klub itu, sebenarnya hanya Laskar Sapeh Kerrab yang terbilang lambat dalam membentuk skuatnya. Namun, Madura United beruntung karena menjamu Persijap yang sama-sama terlambat mempersiapkan timnya. Alhasil, klub milik Aqshanul Qasasi ini mengalahkan Laskar Kalinyamat dengan skor 2-0. Bahkan Arema FC, Persija, dan Persib lebih dulu diuji di Piala Presiden 2026. Trio ini merupakan semifinalis turnamen pramusim tersebut. Sebenarnya Persebaya juga tampil di ajang itu. Tim asuhan Bernardo Tavares ini juga lebih dulu unggul dan nyaris membawa pulang tiga poin dari kandang Bhayangkara FC. Namun, Bajul Ijo harus rela berbagi angka setelah ditahan imbang oleh tuan rumah 1-1. Java United, nama baru bagi Malut United, yang juga belakangan mempersiapkan pasukannya, beruntung berhasil menahan imbang tim promosi Garudayaksa dengan skor 1-1. Juara Championship 2025/2027 pun baru serius latihan beberapa hari menjelang kick-off Super League. Selain faktor persiapan, kesabaran dan ketenangan menjadi kunci keberhasilan. Jika diamati, tim-tim yang bertindak sebagai tuan rumah sangat berambisi untuk menaklukkan tamunya. Namun, ambisi besar ini dikalahkan oleh kesabaran dan ketenangan. Contohnya, Persik yang berambisi menundukkan Dewa United malah harus menelan kekalahan akibat gol tunggal Rafael Struick. Demikian pula Pesut Etam yang tampil lebih baik dari Persija, namun takluk di kandang sendiri. “Saya amati tim-tim yang menang di pekan pertama karena persiapan mereka lebih baik. Mereka sudah terbentuk, sehingga sistem dan ritme permainan rapi,” kata Gusnul Yakin. Pengamat sepak bola senior asal Malang ini menyebut Borneo FC tidak pantas kalah dari Persija, karena dia menilai Pesut Etam bermain lebih baik. Namun, Macan Kemayoran di bawah asuhan Shin Tae-yong meladeni permainan dengan sabar dan tenang. “Borneo FC lebih baik dari Persija. Namun, mereka bermain terburu-buru. Faktor Shin Tae-yong berpengaruh besar bagi Persija,” ujar Gusnul Yakin. “Persik juga terlalu bernafsu saat dikalahkan Dewa United. Tim-tim tuan rumah lainnya juga bermain seperti itu,” jelasnya.
