Liverpool melakukan perubahan besar pada bagian depan jersey mereka setelah mencapai kesepakatan sponsor dengan Turkish Airlines. Mulai musim 2027/2028, maskapai asal Turki tersebut akan menggantikan Standard Chartered sebagai sponsor utama di jersey The Reds. Kesepakatan ini mengakhiri kerja sama Liverpool dengan Standard Chartered yang telah berlangsung selama 17 tahun. Menurut laporan Tribal Football, Turkish Airlines akan membayar lebih dari 60 juta pound (sekitar Rp1,3 triliun) per tahun dalam kontrak berdurasi lima tahun. Dengan demikian, total nilai kerja sama tersebut mencapai sekitar 300 juta pound atau Rp6 triliun. Kerja sama baru ini baru akan berlaku pada awal musim 2027/2028. Sebelumnya, Standard Chartered dilaporkan membayar sekitar 50 juta pound per musim untuk menjadi sponsor utama Liverpool. Kesepakatan dengan Turkish Airlines ini menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis Liverpool yang terus mencatatkan peningkatan pendapatan. Liverpool membukukan pendapatan mencapai 703 juta pound untuk tahun finansial yang berakhir pada 31 Mei 2025. Klub juga mendapat suntikan investasi dari konsorsium yang dipimpin Amit Bhatia, dengan melibatkan sejumlah nama besar seperti pendiri Amazon, Jeff Bezos, dan salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin. Investasi tersebut membuat valuasi Liverpool diperkirakan mencapai sekitar 5,5 miliar pound. CEO Turkish Airlines, Ahmet Olmustur, menyambut hangat kerja sama dengan Liverpool. “Liverpool merupakan salah satu klub sepak bola paling dikenal dan dihormati di dunia, dengan sejarah luar biasa serta komunitas pendukung global,” ujar Olmustur. “Kami sangat senang Turkish Airlines akan menjadi mitra utama klub dan nama kami akan berada di salah satu jersey paling ikonik dalam dunia olahraga.” Selain sponsor utama, Liverpool juga berpotensi mendapatkan pemasukan lebih besar dari sponsor bagian lengan jersey. Kontrak dengan Expedia yang bernilai sekitar 9–12 juta pound per musim saat ini juga akan berakhir dalam waktu dekat. Liverpool berpeluang mendapatkan kesepakatan baru dengan nilai yang lebih tinggi. Melalui kesepakatan sponsor jersey berdurasi lima tahun dengan Turkish Airlines senilai lebih dari £300 juta untuk menggantikan Standard Chartered, Liverpool diyakini telah mencapai kontrak paling menguntungkan dalam sejarah Premier League.
