Pelatih merespons kabar bahwa tim asuhannya belum mendapatkan izin kepolisian untuk bertanding. Persija Jakarta dijadwalkan akan meladeni perlawanan Persib dalam pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Sabtu (12/9/2026). Namun, hingga Senin (7/9/2026), panitia pelaksana (panpel) Persija mengungkapkan bahwa pihaknya masih belum mengantongi rekomendasi keamanan. “Saya tidak tahu soal cerita itu. Tentu saja main di SUGBK, kan? Saya tahunya dari dulu sampai sekarang, pastinya kami bermain di SUGBK,” ujar Shin Tae-yong ketika memimpin latihan Macan Kemayoran di Persija Training Ground, Depok, pada Selasa (8/9/2026). “Bukankah itu akan mengganggu jadwal kompetisi? Ini pertandingan kandang kami, dan saat melihat jadwal, saya sudah menerima informasi bahwa laga ini akan di SUGBK,” tuturnya. Dalam tujuh tahun terakhir, Persija Jakarta selalu gagal menjamu Persib. Permasalahannya mulai dari ketersediaan stadion hingga izin keamanan. Shin Tae-yong menilai kepastian jadwal menjadi kondisi yang penting karena setiap klub menyusun persiapan berdasarkan pertandingan yang telah ditetapkan sejak awal musim. “Yang selalu kami pikirkan adalah jika jadwal liga untuk satu tahun sudah keluar, kecuali ada kasus yang sangat khusus, jadwal liga itu hampir tidak pernah berubah,” ucap Shin Tae-yong. Menurut Shin Tae-yong, jadwal yang telah diumumkan juga menjadi pegangan bagi suporter dalam menentukan rencana untuk menyaksikan langsung tim kesayangannya. Perubahan mendadak terhadap jadwal atau lokasi laga dinilai dapat mengecewakan penggemar karena tidak sesuai dengan informasi yang sebelumnya diterima. “Bagaimanapun, itu adalah bentuk kepercayaan antara kami dan para penggemar, dan jika jadwal itu tiba-tiba berubah dalam semalam, itu berarti melanggar janji satu sama lain,” imbuh Shin Tae-yong.
