Lorenzen langsung menunjukkan ketajamannya pada laga debut di musim 2026/2027. Striker tersebut mencetak gol ke gawang Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Jumat (4/9/2026).
Masuk pada babak kedua, Lorenzen hanya membutuhkan waktu singkat untuk mencatatkan namanya di papan skor. Namun, gol tersebut belum mampu menghindarkan PSS dari kekalahan 1-2 pada pekan pertama musim ini.
“Rasanya sedikit campur aduk. Tentu saja kami menginginkan hasil yang lebih baik. Saya juga menginginkan lebih. Saya berharap setidaknya kami bisa membawa pulang satu poin,” ujar Lorenzen.
“Bagi saya, masuk ke lapangan dan mencetak gol tentu menjadi hal yang bagus. Apalagi saya juga mendapatkan respons yang sangat positif dari para suporter,” sambung pemain berpaspor Uganda tersebut.
Respons positif dari suporter turut membuat debut Lorenzen terasa spesial. Sebagai pemain baru, penyerang berusia 31 tahun itu ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama Super Elja.
“Ketika saya datang ke sebuah tim baru, tentu saja saya selalu berusaha menunjukkan semua kemampuan yang saya miliki. Para suporter belum mengenal saya. Jadi, saya ingin menunjukkan apa yang benar-benar bisa saya lakukan di lapangan,” katanya.
“Jika Anda bisa memulai dengan gol, tentu itu selalu bagus untuk kepercayaan diri. Sejak pertama kali saya menandatangani kontrak dengan PSS, banyak suporter yang mengirimi saya video tentang suasana suporter melalui Instagram,” imbuhnya.
“Saya melihat video-video tersebut dan berpikir, ‘Ya Tuhan, ini keputusan yang luar biasa’. Saya juga melihat video para suporter di YouTube dan saya yakin atmosfernya akan luar biasa. Saya sangat antusias,” tambah dia.
Pemain kelahiran 26 November 1994 ini merupakan bagian dari Timnas Uganda. Lorenzen melakoni debutnya pada 2016 silam dengan total mengoleksi empat caps dan satu gol.
Penampilan terbarunya bersama Uganda terjadi pada tahun lalu, salah satunya dalam laga uji coba kontra Maroko. Pada laga itu, Lorenzen berhadapan dengan sederet pemain seperti winger Real Madrid, Brahim Diaz.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Lorenzen saat ini berada di kisaran Rp5,21 miliar. Angka tertinggi dalam kariernya pernah menyentuh Rp8,69 miliar pada 2015 saat ia masih memperkuat Werder Bremen.
Lorenzen memiliki latar belakang sepak bola yang kuat. Meski lahir di London, Inggris, ia mengembangkan kariernya di Jerman dengan menimba ilmu di akademi Putlos Youth, Oldenburger SV, hingga Holstein Kiel.
Perjalanan karier Lorenzen terbilang menarik. Setelah menimba ilmu bersama tim muda Holstein Kiel, ia bergabung dengan tim cadangan Werder Bremen pada 2013 dan mendapat promosi ke tim utama dua tahun berselang.
Kiprahnya kemudian berlanjut ke sejumlah klub Eropa, seperti ADO Den Haag di Belanda serta Karpaty Lviv di Ukraina. Pengalaman bermain di berbagai kompetisi membuat Lorenzen dikenal sebagai pemain yang memiliki fleksibilitas tinggi di lini serang.
Menariknya, Lorenzen bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Ia sempat berseragam Persela Lamongan pada musim 2020/2021 sebelum melanjutkan petualangan ke Irlandia bersama Sligo Rovers.
Setelah kembali ke Jerman untuk membela Wormatia Worms pada 2022, Lorenzen kemudian hijrah ke Thailand. Di sana, ia membela Muangthong United, Nakhon Ratchasima FC, dan BG Pathum United.
