Premier League Akui VAR Salah, Arsenal Seharusnya Dapat Penalti dalam Laga Vs Aston Villa

Kesalahan dalam penggunaan VAR terjadi pada pertandingan melawan Aston Villa di Villa Park, Selasa (1-9-2026) dini hari WIB. Arsenal berhasil meraih kemenangan setelah Bukayo Saka mencetak gol pada babak kedua. Namun, Meriam London seharusnya mendapatkan peluang melalui titik penalti pada masa injury time.

Insiden tersebut terjadi ketika Ian Maatsen melakukan tekel terhadap Bruno Guimaraes. Maatsen gagal mengenai bola dalam upayanya menghentikan pergerakan Guimaraes. Wasit Jarred Gillett memutuskan tidak memberikan penalti, dan keputusan tersebut tetap dipertahankan setelah diperiksa oleh VAR yang dipimpin oleh James Bell.

Penilaian berbeda muncul dari Key Match Incident (KMI) Panel, yang secara independen menilai keputusan-keputusan penting dalam setiap pertandingan Premier League. Panel menyatakan bahwa Arsenal seharusnya mendapatkan penalti, sementara Maatsen juga layak menerima kartu merah.

“Panel menilai penalti seharusnya diberikan di lapangan atas tekel ceroboh Maatsen terhadap Guimaraes,” demikian pernyataan resmi panel.

Panel menilai terdapat kontak yang jelas pada kaki tumpuan Guimaraes, sementara Maatsen sama sekali tidak menyentuh bola dalam tekel tersebut. KMI Panel juga menyatakan bahwa VAR seharusnya turun tangan karena keputusan tidak memberikan penalti merupakan kesalahan yang jelas dan nyata.

Panel menilai tekel Maatsen terhadap Guimaraes sebagai tindakan ceroboh yang layak diganjar kartu kuning kedua. Menanggapi hal ini, Premier League kemudian memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut.

Pihak Premier League menegaskan bahwa salah satu prinsip utama penggunaan VAR adalah menetapkan ambang intervensi yang tinggi. VAR tidak dimaksudkan untuk mengulang seluruh proses pengambilan keputusan wasit, melainkan hanya melakukan intervensi terhadap keputusan subjektif jika terdapat bukti yang jelas dan memenuhi ambang tersebut.

Menurut Premier League, standar tinggi tersebut bertujuan untuk menjaga konsistensi dalam pengambilan keputusan VAR. Namun, dalam kasus Maatsen, Premier League menyatakan bahwa ambang intervensi tersebut sebenarnya telah terpenuhi.

Penalti seharusnya diberikan karena tekel Maatsen dinilai ceroboh, sehingga VAR semestinya merekomendasikan wasit untuk melakukan tinjauan langsung di lapangan. Panel juga menilai Maatsen layak menerima kartu kuning kedua akibat tekel sembrono tersebut.

Premier League menambahkan bahwa apabila VAR merekomendasikan tinjauan di lapangan, Gillett tetap memiliki seluruh opsi dalam menentukan hukuman. Salah satunya adalah memberikan kartu kuning kedua kepada Maatsen. Metro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *