Garudayaksa FC beruntung mendapatkan Dominik Holec pada bursa transfer 2026/2027. Kiper asal Slovakia itu tampil luar biasa ketika Garudayaksa FC berhasil menahan imbang Java United 1-1 pada pekan pertama di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (6/9/2026) lalu. Meski kemasukan satu gol dari sundulan kepala Gustavo Franca pada menit ke-36, secara keseluruhan pria berusia 32 tahun tersebut mampu memberikan rasa aman bagi lini belakang Garudayaksa FC.
Fisik Dominik Holec yang gagah dengan tinggi 1,91 meter menyulitkan barisan depan Java United. Meski berpostur tinggi, ia memiliki refleks yang cepat. Tubuhnya pun sangat lentur saat harus melakukan duel udara maupun memblokir tendangan datar.
Dominik Holec mencatatkan total enam penyelamatan pada debutnya di Indonesia. Jumlah ini hanya terpaut tiga penyelamatan dari kiper Persija, Nadeo Argawinata, pada pertandingan di kandang Borneo FC. Oleh karena itu, sangat pantas jika Dominik Holec dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam laga kontra Java United FC tersebut.
Performa impresif Dominik Holec tidak mengejutkan karena jam terbangnya yang matang di Liga Eropa. Salah satu klub yang pernah dibelanya adalah raksasa Liga Ceko, Sparta Praha. Ia juga tercatat pernah membela Timnas Slovakia mulai dari level U-17, U-18, U-19, hingga tim senior.
Meskipun tidak memiliki catatan caps yang banyak, tidaklah mudah bagi seorang pemain untuk bisa membela tim nasional di Eropa. Dengan pengalamannya ini, Dominik Holec berpotensi membuat lini depan Persik frustrasi saat dijamu Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (11/9/2026).
“Garudayaksa FC punya kiper bagus. Posturnya sangat ideal. Apalagi badannya tinggi dan besar. Tapi tubuhnya sangat lentur, sehingga dia punya refleks bagus. Dia akan jadi salah satu kiper tangguh di Super League nanti,” kata Hermansyah, mantan kiper Timnas Indonesia era 1980-an.
