Ovie Ejaria kembali menjadi sorotan. Eks gelandang The Reds berusia 28 tahun itu menggunakan unggahannya sebagai medium untuk mengumumkan ketersediaannya kepada klub, agen, dan staf perekrutan. Dalam unggahannya, Ejaria secara terbuka menyebut dirinya berstatus agen bebas dan tengah mencari “peluang yang tepat”. Ia bahkan mengundang pihak yang mengetahui klub yang sedang membutuhkan gelandang (“posisi 6, 8, & 10”) atau pemain sayap kiri untuk menghubunginya melalui pesan pribadi.
Status bebas transfer tersebut ia dapatkan setelah kontraknya dengan Real Oviedo, klub divisi dua Spanyol, berakhir pada musim panas 2026. Kondisi ini membuatnya bisa menandatangani kontrak kapan saja, di luar jendela transfer tradisional.
Ovie Ejaria menapaki karier dari akademi Arsenal sebelum bergabung ke Liverpool pada 2014. Di bawah asuhan Jürgen Klopp, ia melakoni debut senior pada September 2016. Selama berseragam Liverpool, gelandang tersebut tampil delapan kali untuk tim utama, mayoritas di ajang domestik. Kesempatannya di level senior juga diwarnai peminjaman ke Sunderland pada 2018 dan ke Rangers pada periode 2018 hingga 2019.
Selepas periode tersebut, Reading menjadi tujuan berikutnya. Ia datang lebih dulu sebagai pemain pinjaman pada 2019 hingga 2020, kemudian dipermanenkan pada 2020 dengan nilai transfer 3,9 juta Euro. Bersama Reading, Ejaria mencatat 127 penampilan dan sembilan gol. Ia berpisah pada Desember 2023, lalu bergabung dengan Real Oviedo pada musim panas 2025, di mana ia hanya tampil delapan kali di La Liga musim lalu.
Ejaria dikenal serbaguna di lini tengah. Ia mampu berperan sebagai gelandang bertahan bernomor 6, gelandang box-to-box bernomor 8, hingga gelandang serang bernomor 10, serta bisa diandalkan untuk mengisi posisi sayap kiri.
Di level internasional, Ejaria memiliki pengalaman bersama tim nasional Inggris U-21. Latar belakang ini melengkapi profilnya sebagai pemain yang adaptif dalam berbagai peran.
Meskipun lahir di Inggris, ia memiliki garis keturunan Nigeria dari kedua orang tuanya, sehingga memenuhi syarat untuk membela Super Eagles. Pada 2019, mantan pelatih kepala Nigeria, Gernot Rohr, sempat berupaya membujuknya agar berkomitmen, tetapi proses peralihan kewarganegaraan tersebut tidak pernah terealisasi.
