Jamie Carragher Sebut Michael Carrick Tak Bakal Dilirik Klub Elite Eropa

Legenda Liverpool, Carragher, melontarkan komentar pedas mengenai Michael Carrick yang kini menjabat sebagai manajer Manchester United (MU). Carragher mengklaim bahwa Carrick kemungkinan tidak akan pernah mendapatkan tawaran untuk menangani klub elite di Inggris maupun Eropa jika bukan karena statusnya sebagai legenda MU.

Saat ini, Carrick sedang menjalani musim penuh pertamanya sebagai manajer Setan Merah. Ia sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih interim setelah Ruben Amorim dipecat pada musim lalu. Meskipun keputusan tersebut sempat diragukan, Carrick justru tampil impresif.

Dari 16 pertandingan sebagai pelatih interim, ia berhasil membawa MU meraih 11 kemenangan sekaligus mengantarkan Setan Merah kembali ke Champions League. Performa gemilang tersebut membuat manajemen MU akhirnya memberikan kepercayaan penuh kepada Carrick melalui kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.

Namun, Carragher masih belum sepenuhnya yakin bahwa Carrick merupakan sosok yang tepat untuk menjadi solusi jangka panjang di Old Trafford. Dalam kolomnya, seperti dikutip pada Sabtu (12/9/2026), Carragher menilai sebagian besar fans Manchester United memang memahami dan mendukung keputusan klub mempertahankan Carrick.

Menurutnya, keraguan tetap muncul dari luar Old Trafford. “Perasaan saya, para fans United secara umum memahami dan setuju dengan keputusan untuk mempertahankan Carrick. Mereka berharap dia bisa menjadi solusi jangka panjang untuk membawa klub kembali memenangi Premier League atau Champions League. Namun, dunia luar masih meragukannya,” tulis Carragher.

Carragher bahkan menyebut Carrick masih dipandang sebagai pelatih interim, meskipun sudah mendapatkan status permanen. “Bagi sebagian besar orang, Carrick masih terasa seperti solusi sementara. Hanya dalam statusnya saja dia bukan lagi pelatih interim, tetapi dia dipercaya memegang kendali Old Trafford hingga ada pelatih super yang mungkin datang pada musim panas 2027,” lanjutnya.

Menurut Carragher, Carrick tentu tidak akan memandang dirinya seperti itu, namun persepsi tersebut akan sulit dihilangkan. Carragher kemudian membandingkan situasi Carrick dengan Ole Gunnar Solskjaer ketika mantan striker MU tersebut mendapatkan jabatan permanen di Old Trafford.

Menurutnya, keduanya memiliki kesamaan. Baik Carrick maupun Solskjaer mendapatkan kesempatan sebagai pelatih interim karena status mereka sebagai legenda klub. Ketika mampu memberikan hasil positif, keputusan untuk mempertahankan mereka secara permanen dianggap sebagai pilihan yang masuk akal sekaligus emosional.

“Dia dipandang di luar Old Trafford dengan cara yang sama seperti Ole Gunnar Solskjaer ketika mendapat pekerjaan permanen,” kata Carragher. Namun, Carragher memberikan catatan tajam.

“Status mereka sebagai legenda klub menjadi alasan mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih interim. Setelah tampil bagus, keputusan emosional sekaligus masuk akal kemudian diambil untuk memberi mereka kesempatan jangka panjang,” ujar Carragher.

“Namun, itu tidak mengubah fakta bahwa jika hanya melihat rekam jejak kepelatihan mereka, mereka tidak akan pernah didekati klub elite lain di Inggris maupun Eropa. Klub-klub tersebut juga tidak memiliki keterikatan emosional yang sama ketika mempertimbangkan apakah mereka layak mendapatkan kontrak permanen,” imbuhnya.

Sumber: Mirror

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *