Liverpool dituntut memperbaiki penampilan pada awal pertandingan saat menghadapi lawannya pada Sabtu (12/9/2026) malam WIB. The Reds dinilai masih perlu meningkatkan efektivitas agar tidak kembali menjalani laga dengan kondisi tertinggal.
Liverpool memang belum merasakan kekalahan sejak Iraola mulai bekerja di Anfield. Namun, tiga dari empat laga pertama mereka justru diawali dengan kebobolan.
Hasil imbang kontra Newcastle dan Nottingham Forest didapat setelah Liverpool mengejar ketertinggalan. Situasi berbeda terjadi saat menghadapi Ipswich dan Atletico Madrid, di mana The Reds mampu meraih kemenangan meski memiliki alur pertandingan yang berbeda.
Iraola ingin timnya mengambil inisiatif lebih cepat sejak pertandingan dimulai. Menurutnya, Liverpool akan berada dalam posisi yang lebih menguntungkan jika mampu mencetak gol terlebih dahulu.
Sebenarnya, Liverpool tidak kesulitan menghasilkan peluang dalam pertandingan-pertandingan awal musim. Iraola melihat timnya memiliki kemampuan mencetak gol, tetapi penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan.
Selain urusan mencetak gol, sang pelatih juga ingin Liverpool mengurangi kesalahan yang membuat lawan mampu mencetak gol lebih dulu. Pengalaman melawan Ipswich menunjukkan perbedaan ketika Liverpool mampu memulai laga dengan baik.
“Saya pikir tim ini memiliki kemampuan mencetak gol. Dalam semua pertandingan, kami berbahaya, kami menciptakan peluang, dan kami mencetak dua gol di setiap laga. Kami bahkan bisa mencetak lebih banyak gol dalam beberapa pertandingan, tetapi sekarang kami harus lebih efisien,” kata Iraola.
“Kami tidak kebobolan dua gol melawan Newcastle, tidak kebobolan gol melawan Forest, dan saat gol tercipta, itu karena saya pikir kami tidak memulai pertandingan dengan cukup baik. Kami memiliki contoh positif saat melawan Ipswich, dan pertandingan terlihat jauh lebih nyaman ketika Anda memulainya seperti itu,” lanjut Iraola.
Liverpool harus mengeluarkan tenaga ekstra ketika lawan lebih dahulu mencetak gol. Iraola ingin kondisi tersebut tidak terus berulang karena timnya seharusnya mampu menentukan arah pertandingan sejak awal.
Pelatih asal Spanyol itu juga melihat mentalitas sebagai faktor penting dalam memperbaiki persoalan tersebut. Start yang lebih baik diyakini bisa membuat Liverpool menjalani pertandingan dengan tekanan yang lebih rendah.
“Pertandingan lainnya, kami memulai dengan tertinggal dan kemudian Anda harus mengerahkan banyak usaha untuk bangkit. Tentu saja saya ingin mencetak gol pertama karena setelah itu semuanya terlihat lebih mudah, tetapi kami harus memiliki mentalitas yang tepat,” ujar Iraola.
“Melawan Atletico, saya pikir kami mendapat peluang setelah sekitar 15 detik. Alex memiliki peluang yang sangat jelas untuk mencetak gol dan kemudian semua orang mengatakan, ‘awal yang luar biasa, Anda mencetak gol dan itu mengubah segalanya.’ Namun, saya pikir awal pertandingan mungkin menjadi salah satu bagian yang bisa kami tingkatkan,” tegas Iraola.
Liverpool memiliki kecenderungan tampil lebih baik setelah jeda pertandingan. Iraola tetap menginginkan peningkatan karena ia ingin timnya mampu menunjukkan karakter permainan yang sama sejak babak pertama.
Baginya, mengendalikan pertandingan dari awal akan mengurangi beban kerja tim ketika laga memasuki fase berikutnya. Karena itu, Liverpool perlu segera menemukan ritme permainan ketika menghadapi Fulham.
“Pada babak kedua kami biasanya tampil lebih baik, tetapi saya ingin mencoba membuat kami mendominasi sejak awal karena semuanya menjadi lebih mudah,” kata Iraola.
Fulham belum meraih poin dalam tiga pertandingan Liga Inggris bersama Alvaro Arbeloa. Meski demikian, Iraola menilai hasil tersebut tidak cukup untuk menggambarkan kualitas permainan calon lawannya.
Liverpool tetap perlu mewaspadai Fulham karena tim tersebut selalu kalah dengan selisih satu gol. Iraola bahkan melihat statistik pertandingan mereka menunjukkan bahwa hasil yang diraih tidak sepenuhnya mencerminkan performa di lapangan.
“Kami baru memainkan tiga pertandingan Liga Inggris dan untuk membuat kesimpulan besar mengenai tim mana pun, saya pikir masih terlalu dini. Saya pikir Fulham adalah contoh yang bagus,” ujar Iraola.
“Sejujurnya, saya pikir mereka bermain bagus dalam tiga pertandingan tersebut. Mereka kalah dalam tiga pertandingan dengan selisih satu gol. Jika Anda melihat banyak statistik yang mereka miliki tanpa mengetahui berapa poin yang mereka dapatkan, Anda akan berpikir mereka setidaknya memiliki lima poin karena mereka mampu mengontrol pertandingan,” lanjut Iraola.
