Setelah Membuka Pegadaian Championship, Ferry Paulus Jelaskan Alasan 10 Klub Disanksi Minus Poin, Persiba dan PSBS -4

Direktur Utama I.League, Ferry, menjelaskan penyebab sepuluh klub memulai musim dengan pengurangan poin.

Dari Grup A, klub yang mendapatkan pengurangan poin adalah PSIS Semarang (minus satu), Persiraja Banda Aceh (minus satu), Semen Padang (minus satu), Sumsel United (minus satu), dan Persiku Kudus (minus dua).

Sementara itu, di Grup B, terdapat Kendal Tornado FC (minus satu), Persela Lamongan (minus satu), Persipura Jayapura (minus satu), Persiba Balikpapan (minus empat), dan PSBS Biak (minus empat).

Ferry baru saja menghadiri pembukaan Pegadaian Championship di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Jumat (11/9/2026), dalam pertandingan yang mempertemukan PSIS melawan PSPS Pekanbaru.

Ia mengungkapkan bahwa kesepuluh kesebelasan tersebut mendapatkan pengurangan poin akibat gagal memenuhi salah satu syarat lisensi klub hingga persoalan perpindahan basis pertandingan (homebase).

“Ya, memang bermacam-macam. Selain masalah finansial yang lebih dominan, ada juga beberapa terkait perpindahan,” ujar Ferry.

“Hal yang paling fundamental adalah mengenai apa yang didaftarkan dan areanya. Misalnya, jika di Jabodetabek, ya seputar itu,” tambahnya.

“Kemudian ada beberapa daerah, misalnya di Kalimantan Timur seperti Balikpapan dan Samarinda, itu masih dalam satu area provinsi. Yang agak sulit itu adalah di Jawa Tengah,” jelas Ferry.

“Tapi sebagian besar di Jawa Tengah justru hampir tidak ada masalah. Masalah justru muncul pada perpindahan yang jauh, misalnya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur,” lanjutnya.

Selain itu, Ferry juga merespons sikap Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) yang menolak keikutsertaan PSBS Biak dalam Pegadaian Championship.

PSBS disebut oleh APPI masih menunggak gaji beberapa personelnya sejak dua musim terakhir sesuai putusan NDRC Indonesia, dengan total mencapai Rp2,2 miliar.

“Sebenarnya, banned FIFA itu lebih kepada masalah pemain asing. Dalam aturan FIFA, klub tersebut tidak boleh mendaftarkan pemain, kecuali pemain yang masih terdaftar di kompetisi sebelumnya,” ungkap Ferry.

“Memang ada beberapa hukuman dari NDRC. Namun, NDRC ini sedang dalam proses banding dan negosiasi. Sebagian besar juga sudah dibayar,” terangnya.

“Jadi, selama masih dalam koridor hukuman yang tidak melanggar, I.League pasti akan mengizinkannya,” tutup Ferry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *