Laga pekan kedua berakhir dramatis dengan kemenangan 2-1 bagi tuan rumah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (12/9/2026). Gol penentu Ivan Mamut pada menit ke-90+5 mengunci tiga poin untuk Macan Kemayoran.
Di hadapan 58.000 penonton, Persija mendominasi babak pertama dan menutupnya dengan keunggulan melalui sontekan Alexander Jeremejeff. Namun, Persib berhasil membalas pada menit ke-81 melalui gol Balsa Sekulic.
Perubahan taktik pada menit ke-78 menjadi sorotan utama. Shin Tae-yong mengganti kapten Rizky Ridho dengan Jordi Amat, serta memasukkan Mamut untuk menggantikan Rayhan Hannan.
Tiga menit berselang, Persib menyamakan kedudukan dan sempat membuat pertahanan Persija kocar-kacir. Namun, tim tuan rumah akhirnya diselamatkan oleh sundulan Mamut di masa tambahan waktu.
Usai laga, Shin Tae-yong memaparkan alasan di balik dua pergantian pemain pada menit ke-78 yang berpengaruh besar pada jalannya pertandingan. Ia menyebut faktor kebugaran menjadi pertimbangan utama untuk menarik keluar sang kapten.
Sementara itu, keyakinan terhadap ketajaman Mamut membuatnya langsung mendapatkan kesempatan debut. Menurutnya, laporan kondisi Rizky Ridho sudah muncul sekitar 10 menit setelah babak kedua dimulai.
Situasi tersebut membuat staf pelatih mengambil keputusan cepat untuk memasukkan Jordi Amat. Di sisi lain, Mamut dipercaya karena penilaian awal terhadap instingnya di dalam kotak penalti.
“Terkait Rizky Ridho, sebenarnya setelah sekitar 10 menit babak kedua berjalan, ada laporan bahwa dia mengalami masalah pada otot kakinya, sehingga situasi memaksa saya untuk menggantikannya dengan Jordi. Mengenai Ivan Mamut, sejak awal saya menilai dia adalah pemain yang memiliki insting penyelesaian akhir yang sangat baik,” tegas STY.
Shin Tae-yong menilai duel kali ini sangat berat. Ia mengakui Persib mampu menekan terutama selepas jeda, sehingga membuat Persija harus bekerja ekstra untuk menjaga ritme permainan.
“Ya, dalam sepak bola, kita memang tidak mungkin bisa terus-menerus mendominasi secara menguntungkan sepanjang 90 menit penuh. Di setiap fase dan momen pertandingan, momentum permainan akan selalu berpindah-pindah bagi kedua belah tim. Di awal babak pertama kami sempat sedikit tertekan, lalu di pertengahan hingga akhir babak pertama kami berhasil mencetak gol dan memegang kendali laga.”
“Secara keseluruhan kami memang lebih banyak menguasai bola, namun Bandung adalah tim yang sangat berkualitas, sehingga mereka pun sempat beberapa kali mencari celah untuk melancarkan serangan balik,” pungkas STY.
