Pelatih Persijap, Juan Cortes, sangat kecewa dengan hasil negatif yang kembali dialami anak asuhnya setelah ditaklukkan Borneo FC pada pekan kedua. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, pada Sabtu (12/9/2026).
Dalam laga ini, Laskar Kalinyamat harus mengakui keunggulan Borneo FC setelah kalah 0-1 dari tim tamu. Pesut Etam sudah mengawali keunggulan melalui gol Rodrigo Varanda saat pertandingan baru menginjak menit ke-3.
“Ini adalah pertandingan yang sulit bagi kami. Pastinya ini bukan hasil yang kami inginkan. Di babak pertama, kami merasa tidak nyaman saat menguasai bola. Pada akhirnya, kami menciptakan dua atau tiga peluang untuk mencetak gol,” kata Juan Cortes.
Juru taktik asal Spanyol itu menyinggung sejumlah aspek yang masih menjadi kekurangan anak asuhnya. Salah satu hal utama yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana Persijap mengeksekusi fase terakhir serangan.
Ketika memasuki area sepertiga akhir lapangan, umpan terakhir Laskar Kalinyamat dinilai tidak maksimal. Menurut Juan Cortes, hal ini disebabkan oleh pengambilan keputusan pemain pada fase tersebut.
“Namun, di babak kedua, kami berusaha untuk tetap mempertahankan bola, meningkatkan penguasaan bola, agar bisa berada lebih dekat ke kotak penalti lawan. Kami perlu memperbaiki umpan terakhir dan pengambilan keputusan akhir kami di sepertiga akhir lapangan,” ungkapnya.
Hasil negatif ini tentu meninggalkan kekecewaan yang mendalam. Juan Cortes menegaskan timnya masih membutuhkan waktu untuk berkembang karena persiapan menghadapi kompetisi yang cukup singkat.
Ia menekankan bahwa seorang pelatih bukanlah pesulap yang bisa melakukan perubahan secara instan. Juan mengakui timnya masih harus banyak berbenah untuk menjadi skuad yang solid.
“Saya tidak senang, kami tidak senang, tetapi kami butuh waktu. Ini baru empat minggu pertama kami. Ini bukan alasan, ini adalah kenyataan kami, jadi kami butuh waktu,” ujar pelatih berusia 42 tahun itu.
“Ini tidak seperti sulap di mana Anda bisa langsung menempatkan 11 pemain dan bermain layaknya sebuah tim yang solid karena kami butuh waktu untuk saling mengenal, untuk meningkatkan model permainan kami,” tambahnya.
Terakhir, Juan menegaskan Persijap harus berusaha keras untuk berbenah setelah menelan dua kekalahan di awal musim ini. Meskipun waktu yang tersedia terbatas, upaya maksimal harus dilakukan agar Laskar Kalinyamat bisa bersaing.
“Jadi, inilah situasi sebenarnya. Kami hanya harus bekerja dengan sangat keras, berusaha memperbaikinya secepat mungkin agar siap untuk bersaing. Itulah analisis saya terhadap situasi yang kami hadapi saat ini,” ucapnya.
